MIN 5 Asahan Gelar Khidmat Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97

0
215

Hessa Perlompongan (Humas). Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan melaksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan nuansa yang berbeda pada Selasa, (28/10/2025). Berbeda dari biasanya, Kepala Madrasah Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., MM.,menunjuk salah satu guru senior yaitu, Sodiati S.Pd., sebagai  Pembina upacara. Ratusan siswa dari kelas 1 hingga 6, beserta seluruh dewan guru dan staf tata usaha, mengikuti jalannya upacara di lapangan utama madrasah dengan tertib dan khidmat.

Dalam kesempatan tersebut, Sodiati, S.Pd.,  menyampaikan amanat  dengan tema Pemuda Pemudi Bergerak Indonesia Bersatu. Beliau menekankan bahwa Sumpah Pemuda adalah warisan semangat perjuangan kaum muda terdahulu untuk terus mengobarkan semangat juang dan persatuan.

“Anak-anak kami sekalian, 96 tahun lalu, para pemuda dari berbagai suku, agama, dan daerah berkumpul di Jakarta. Mereka rela mengesampingkan perbedaan untuk bersumpah: Bertumpah darah satu, tanah air Indonesi, Berbangsa satu, bangsa Indonesia dan Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” ujar Sodiati dengan suara lantang.

Ia melanjutkan, jika dulu musuh pemuda adalah penjajah fisik, maka musuh pemuda saat ini adalah perpecahan, berita bohong (hoaks), dan lunturnya rasa cinta tanah air akibat gempuran budaya asing melalui teknologi.

“Saat ini, tonggak perubahan menuju masa depan bangsa ada di tangan kalian, tantangan yang tidak mudah ada di depan mata, bagaimana kemajuan dan kecanggihan teknologi yang dimilki negara kita lain adalah salah satu tantangan kalian” ,ujar Sodiati.

Upacara yang dimulai tepat pukul 07.15 WIB ini berjalan lancar di bawah komando petugas upacara yang merupakan siswa-siswi pilihan di kelas 6. Prosesi inti, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila oleh pembina upacara, hingga pembacaan naskah Sumpah Pemuda, berlangsung tanpa hambatan.

Seluruh peserta upacara tampak menyimak dengan saksama amanat yang disampaikan. Penunjukan guru sebagai pembina upacara dalam peringatan hari besar nasional ini dinilai efektif untuk mendekatkan pesan-pesan kebangsaan dengan realitas siswa. Para siswa terlihat lebih fokus mendengarkan nasihat dari sosok guru yang setiap hari mereka temui di ruang kelas.

kedekatan ini diharapkan membuat nilai-nilai Sumpah Pemuda tidak hanya dihafal secara seremonial, tetapi juga lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka di lingkungan madrasah.

Kegiatan upacara berlangsung selama kurang lebih 45 menit dan ditutup dengan pembacaan doa. Setelah rangkaian upacara selesai, para siswa dibubarkan secara tertib untuk kembali ke ruang kelas masing-masing dan melanjutkan kegiatan belajar mengajar seperti biasa, dengan membawa semangat persatuan yang baru.(nm)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here