Kisaran (Humas) Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Asahan menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat dan semarak. Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah tersebut dihadiri oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Sri Muchlis, S.Sos., M.I.Kom., penceramah agama Rahmad Wahyudi, S.H.I., serta komite MIN 10 Asahan. Kamis (12/09/2026)
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh pendidik MIN 10 Asahan, yang dilanjutkan dengan penampilan grup Hadrah dari peserta didik MTsN 1 Asahan. Suasana religius begitu terasa ketika seluruh hadirin bersama-sama melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam sambutannya, Kepala MIN 10 Asahan, Sartiji, S.Pd.I., M.M., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan kedisiplinan, khususnya dalam menjalankan salat lima waktu sebagai inti peristiwa Isra Mi’raj.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat karakter religius peserta didik serta membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlakul karimah,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Penmad Kemenag Kabupaten Asahan, Sri Muchlis, S.Sos., M.I.Kom., dalam arahannya memberikan apresiasi kepada keluarga besar MIN 10 Asahan atas konsistensinya dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang mendidik. Ia menekankan pentingnya peran madrasah sebagai benteng moral dan pusat pembinaan karakter generasi muda.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang pentingnya salat sebagai tiang agama. Saya berharap seluruh siswa MIN 10 Asahan menjadikan salat sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” ungkapnya di hadapan para guru, siswa, dan orang tua yang hadir.
Puncak acara diisi dengan tausiah oleh Ustadz Rahmad Wahyudi, S.H.I. Dalam ceramahnya, ia mengisahkan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan penuh hikmah, ia mengajak para siswa untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW serta menjaga salat lima waktu dalam kondisi apa pun.
“Perintah salat diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW tanpa perantara malaikat. Ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah salat dalam kehidupan seorang muslim,” jelasnya.
Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir acara. Tidak hanya mendapatkan siraman rohani, mereka juga memperoleh motivasi untuk meningkatkan semangat belajar dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Setelahnya kegiatan dilanjutkan dengan pembagian harian perlombaan dan penyantunan anak yatim di MIN 10 Asahan.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini diakhiri dengan doa bersama agar seluruh keluarga besar MIN 10 Asahan senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas pendidikan. Melalui kegiatan ini, MIN 10 Asahan kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi Islami yang unggul, berprestasi, dan berkarakter.(na)
