Kisaran (Humas) suasana penuh semangat dan kekhusyukan mewarnai hari pertama masuk madrasah di bulan suci Ramadan di MIN 10 Asahan. Sejak pagi hari, para siswa tampak hadir lebih awal dengan wajah ceria dan penuh antusias untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang telah dipersiapkan pihak madrasah. Senin (23/02/2026)
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Salat Dhuha berjamaah di musholla dan kelas masing-masing. Dengan tertib dan khusyuk, para siswa berbaris rapi mengikuti gerakan imam. Nuansa Ramadan begitu terasa ketika lantunan doa dan dzikir menggema, menciptakan suasana religius yang menenangkan hati.
Sebelum shalat dhuha kegiatan dimulai dengan kultum (kuliah tujuh menit) yang disampaikan oleh salah satu pendidik. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh siswa untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. “Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Sudah sepatutnya kita mengisi hari-hari di bulan penuh berkah ini dengan membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungannya,” pesannya di hadapan para siswa.
Kepala Madrasah Sartiji, S.Pd.I., M.M., turut memberikan sambutan dan motivasi. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya membangun karakter islami sejak dini. Menurutnya, pembiasaan ibadah seperti Salat Dhuha, tadarus Al-Qur’an, serta mendengarkan kultum akan membentuk pribadi siswa yang disiplin, berakhlak mulia, dan cinta terhadap ajaran agama.
“Bulan Ramadan adalah bulan pendidikan. Di sinilah kita belajar menahan diri, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas ibadah. Kami berharap seluruh siswa MIN 10 Asahan dapat menjadikan Ramadan sebagai sarana memperkuat iman dan takwa,” ujar beliau dengan penuh semangat.
Setelah rangkaian pembukaan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama di masing-masing kelas. Para siswa membaca Al-Qur’an secara bergiliran dengan bimbingan guru. Suara lantunan ayat suci terdengar merdu dari setiap ruang kelas, mencerminkan kesungguhan para siswa dalam belajar.
Tidak hanya itu, para guru juga memberikan pembinaan khusus terkait adab membaca Al-Qur’an, tajwid, serta pemahaman makna ayat secara sederhana agar mudah dipahami oleh siswa tingkat madrasah ibtidaiyah. Kegiatan ini menjadi momen berharga untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Orang tua siswa pun menyambut baik program Ramadan yang dilaksanakan pihak madrasah. Mereka merasa bersyukur karena anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual yang sangat penting dalam pembentukan karakter.
Hari pertama masuk di bulan Ramadan ini menjadi awal yang penuh makna bagi keluarga besar MIN 10 Asahan. Semangat para siswa yang tinggi, dukungan para guru, serta kepemimpinan yang inspiratif dari Kepala Madrasah menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mencetak generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan berprestasi.
Dengan suasana Ramadan yang penuh berkah, MIN 10 Asahan berharap seluruh rangkaian kegiatan keagamaan yang telah dirancang dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi seluruh peserta didik. Semangat belajar Al-Qur’an di hari pertama ini menjadi pertanda bahwa Ramadan tahun ini akan diisi dengan kegiatan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan.(na)
