Hessa Perlompongan (Humas). Suasana khidmat nan menyejukkan menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin (23/02/2026)pagi ini. Mengawali hari pertama masuk sekolah di bulan suci Ramadhan 1447 H, seluruh civitas madrasah tampak kompak mengenakan busana muslim rapi, menandai dimulainya rangkaian kegiatan belajar-mengajar yang dipadukan dengan penguatan spiritual bagi para siswa.
Berbeda dengan hari-hari biasa, lapangan madrasah yang biasanya riuh dengan aktivitas olahraga, kini berubah menjadi majelis ilmu yang tertib. Pihak madrasah sengaja menggelar kegiatan Kajian Pembuka Ramadhan sebagai langkah awal untuk membekali mental dan fisik siswa agar tetap produktif meski sedang menjalankan ibadah puasa.
Acara inti pada pagi hari ini diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh salah satu guru MIN 5 AsahanFaisal Akbar Manurung, S.Sos.,M.Pd., Mengangkat tema utama Persiapan Diri Menuju Ramadhan yang Berkualitas di Lingkungan Madrasah, beliau memberikan arahan strategis bagi ratusan siswa yang menyimak dengan antusias.
Dalam orasinya, Faisal menekankan bahwa persiapan yang paling utama bagi seorang pelajar bukan hanya soal fisik, melainkan kesiapan hati dan niat.
“Anak-anakku sekalian, jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk lemas di kelas atau malas mengerjakan tugas. Justru di bulan ini, setiap langkah kaki kalian menuju madrasah dan setiap huruf yang kalian baca akan dihitung pahalanya berlipat ganda. Persiapan diri kita dimulai dari niat yang tulus saat sahur tadi,” ujar Faisal di hadapan para siswa.
Dalam ceramah yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit tersebut, beliau merinci empat yang harus disiapkan oleh siswa selama belajar di bulan puasa yaitu, siswa diingatkan untuk mengatur jam tidur agar tidak begadang, sehingga bisa bangun sahur tepat waktu dan tidak mengantuk saat jam pelajaran pertama dimulai.
Memperbanyak tadarus Al-Qur’an di sela waktu istirahat sekolah sebagai pengganti jam makan siang yang biasanya dilakukan di kantin.Melatih kesabaran dalam berinteraksi dengan teman sebaya.
Beliau menekankan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar, tapi juga menahan amarah dan lisan dari perkataan yang tidak baik, dan mengajak siswa untuk konsisten melaksanakan salat Dhuha berjamaah dan salat Dzuhur tepat waktu di musala madrasah.
Kepala MIN 5 Asahan Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., .M.M.,menyampaikan bahwa selama bulan Ramadhan, pihak madrasah melakukan penyesuaian kurikulum. Jam pelajaran dikurangi, dan kegiatan ekstrakurikuler yang menguras fisik ditiadakan sementara untuk menjaga stamina siswa.
“Kami ingin menciptakan atmosfer madrasah yang ramah ibadah. Siswa tetap mendapatkan hak pendidikannya, namun kewajiban agamanya juga terfasilitasi dengan baik melalui program-program religius seperti ini,” ungkap Kepala Madrasah dalam sambutan singkatnya.
Kegiatan hari pertama ini disambut hangat oleh para siswa. Orang tua siswa yang mengantar pun merasa tenang melihat pembekalan spiritual ini. Mereka berharap anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan iman yang kuat melalui bimbingan para guru di MIN 5 Asahan.
Hari pertama sekolah di bulan Ramadhan ini ditutup dengan pelaksanaan salat Dhuha berjamaah dan doa bersama untuk keselamatan serta kelancaran ibadah seluruh warga madrasah. Dengan adanya pembekalan persiapan diri ini, MIN 5 Asahan berharap seluruh siswanya dapat lulus dalam “ujian” Ramadhan dengan predikat sebagai generasi yang bertaqwa.(nm)
