Hessa Perlompongan (Humas). Momentum bulan suci Ramadhan 1447 H dimanfaatkan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menebar kepedulian sosial. Pada Kamis (12/03/2026), keluarga besar madrasah menggelar kegiatan penyaluran bantuan sembako dan santunan yang ditujukan khusus bagi siswa-siswi yatim, piatu, serta keluarga kurang mampu di lingkungan madrasah, acara ini merupakan wujud nyata kepedulian madrasah terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan
Kegiatan yang dilaksanakan di halaman madrasah ini tidak hanya sekadar ritual tahunan, tetapi menjadi simbol kebersamaan dan penguat ukhuwah islamiyah di antara tenaga pendidik, siswa, dan orang tua wali murid.
Bantuan diprioritaskan bagi siswa-siswi internal MIN 5 Asahan yang telah kehilangan orang tua (yatim/piatu) dan siswa yang secara ekonomi tercatat kurang mampu. Pembagian dilakukan secara tertib dengan protokol yang mengedepankan martabat penerima, di mana guru kelas masing-masing mendampingi siswa untuk memastikan bantuan tepat sasaran.Selain meringankan beban ekonomi, kegiatan ini bertujuan memberikan dukungan psikologis kepada anak yatim agar tetap semangat bersekolah meski dalam keterbatasan.
Kepala MIN 5 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd.,M.M., menegaskan bahwa nilai utama dari pendidikan terletak pada pembentukan karakter atau akhlakul karimah. Beliau berharap kegiatan ini menjadi pelajaran nyata bagi seluruh siswa tentang pentingnya berbagi.
“Bulan Ramadhan adalah madrasah terbaik untuk melatih empati. Kami ingin anak-anak didik kami melihat langsung bagaimana indahnya menolong sesama. Bagi siswa yatim, kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian mereka punya keluarga besar di madrasah ini,” ungkap beliau di sela-sela acara,” ungkap beliau.
Proses pembagian santunan berlangsung dengan tertib dan lancar. Setiap anak menerima santunan berupa uang tunai dan bingkisan yang berisi beras, minyak goreng gula dan teh, serta sirup untuk persiapan menyambut Idul Fitri.
Selain bantuan fisik, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi siswa lainnya untuk menumbuhkan rasa empati dan jiwa berbagi sejak dini. Pihak madrasah berharap, melalui aksi nyata ini, para siswa dapat memahami bahwa keberadaan mereka adalah bagian dari komunitas yang saling menjaga.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan keluarga besar MIN 5 Asahan dan harapan agar seluruh siswa dapat menjadi generasi yang bertakwa serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi di masa depan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, MIN 5 Asahan telah membuktikan komitmennya dalam menebar kebaikan di bulan Ramadan. Semoga semangat berbagi dan peduli ini terus tumbuh dan berkembang di hati setiap siswa MIN 5 Asahan, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di hari-hari lainnya. Dan menjadikan mereka generasi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi sesama.(nm)
