Hardiknas 2026 di MIN 1 Asahan: Wujudkan Pendidikan Bermutu

0
19

Asahan (Humas) – Keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Asahan menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lapangan utama madrasah ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik, kependidikan, serta 23 siswa-siswi Kelas 3D dan rombongan belajar lainnya. Suasana khidmat menyelimuti jalannya upacara yang menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen terhadap dunia pendidikan di lingkungan madrasah.

Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kepala MIN 1 Asahan, Erma Suryana, S.Pd., yang memimpin jalannya upacara dengan penuh wibawa. Rangkaian protokoler acara dibawakan secara apik oleh ananda Mifah, sementara ananda Alfarizi memimpin barisan sebagai pemimpin upacara dengan tegas. Prosesi pengibaran bendera dan pembacaan teks pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh ananda Safiya menambah suasana nasionalisme di tengah para peserta upacara.

Salah satu momen penting dalam upacara ini adalah pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia yang dibawakan oleh ananda Chika, diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh peserta didik. Menutup rangkaian acara, guru Jeprikah, S.Pd., memimpin pembacaan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Pengasih. Doa tersebut dipanjatkan agar bangsa Indonesia senantiasa dalam keadaan aman, rukun, damai, dan diberkahi kemajuan dalam bidang pendidikan.

Dalam amanatnya, Erma Suryana menyampaikan pesan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa Hardiknas adalah momentum untuk meneguhkan spirit pendidikan sebagai proses tulus memanusiakan manusia. Beliau menekankan pentingnya sistem among yang diajarkan Ki Hajar Dewantara, yakni asah(ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh(pendampingan). Pendidikan harus mampu menumbuhkembangkan potensi fitrah manusia menjadi insan yang beriman, berakhlak mulia, dan cerdas.

Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, amanat tersebut menegaskan bahwa pendidikan adalah usaha bersama membangun SDM unggul untuk Indonesia maju. Salah satu strategi utamanya adalah penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di setiap ruang kelas sebagai program prioritas nasional. Melalui metode ini, diharapkan kualitas hasil belajar siswa dapat meningkat secara signifikan demi mewujudkan cita-cita bangsa.

Amanat tersebut juga menyoroti pentingnya menciptakan budaya sekolah yang aman, sehat, dan indah (ASRI) agar madrasah menjadi rumah kedua bagi murid. Sekolah harus menjadi lingkungan yang inklusif, holistik, serta bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan. Penguatan karakter ini diintegrasikan melalui berbagai program seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pramuka, dan kegiatan literasi maupun numerasi.

Bagi tenaga pendidik, pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi melalui pelatihan koding, kecerdasan artifisial, serta pemberian beasiswa kualifikasi S1. Fokus ini diambil karena guru dipandang sebagai teladan dan agen peradaban yang memegang kunci keberhasilan pendidikan. Dengan peningkatan sarana digital dan revitalisasi satuan pendidikan, proses belajar mengajar diharapkan berjalan lebih nyaman dan memadai.

Sebagai penutup pidato, disampaikan bahwa seluruh kebijakan mutu pendidikan memerlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Diperlukan pola pikir (mindset) yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus agar pendidikan tidak sekadar menjadi formalitas administratif. Melalui kerja sama yang erat, MIN 1 Asahan siap mendukung terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang bermartabat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here