Peringatan 17 Agustus di MIN 5 Asahan: Diawali Zikir, Dilanjutkan Lomba Lari Goni Serta Masukkan Sedotan

0
14

Hessa Perlompongan (Humas). Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, suasana berbeda dan penuh makna tampak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan. Pada hari Jumat (14/08/2026), pihak madrasah menggelar serangkaian acara istimewa yang memadukan nilai-nilai spiritual keagamaan dengan semangat nasionalisme dan keceriaan khas hari kemerdekaan.

Rangkaian acara ini diawali pada pagi hari dengan kegiatan zikir dan doa bersama yang digelar di lapangan utama sekolah. Seluruh siswa, dewan guru, dan staf tata usaha duduk bersila dengan rapi. Alunan zikir, selawat, dan lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema syahdu di lingkungan madrasah.

Saat dikonfirmasi secara terpisah kepala MIN 5 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd.,M.M., menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari rahmat Allah SWT dan perjuangan darah para syuhada serta pahlawan bangsa. Oleh karena itu, kegiatan zikir ini dikhususkan untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur, sekaligus menanamkan rasa syukur yang mendalam kepada para siswa.

“Kita ingin anak-anak kita memahami bahwa 17 Agustus bukan sekadar tentang perayaan dan perlombaan, tetapi juga momentum untuk bersyukur kepada Sang Pencipta dan mendoakan bangsa ini agar senantiasa damai dan maju,” ungkap Tohir.

Setelah kegiatan zikir ditutup dengan doa bersama, suasana yang awalnya khusyuk perlahan berganti menjadi riuh rendah oleh sorak-sorai kegembiraan. Panitia peringatan HUT RI MIN 5 Asahan telah menyiapkan berbagai perlombaan tradisional yang disesuaikan dengan tingkatan kelas masing-masing.

Untuk siswa Kelas 3, panitia menyelenggarakan lomba memasukkan sedotan ke dalam botol. Lomba yang sepintas terlihat sederhana ini ternyata sukses memancing gemas para penonton. Anak-anak kelas 3 dituntut untuk memiliki tingkat konsentrasi tinggi, kesabaran, dan koordinasi motorik yang baik. Diiringi teriakan dukungan dari wali kelas dan teman-temannya, para siswa berpacu dengan waktu, berusaha keras agar tangan mereka tidak gemetar saat mengarahkan sedotan ke mulut botol yang sempit.

Selanjutnya, kemeriahan yang lebih heboh disuguhkan oleh siswa Kelas 4 yang mengikuti lomba lari goni .Lomba klasik 17-an ini selalu berhasil menjadi pusat perhatian. Ketangkasan dan kelincahan anak-anak diuji saat mereka harus melompat di dalam karung goni dari garis start menuju finis.

Gelak tawa penonton baik dari kalangan guru maupun sesama siswa pecah berkali-kali ketika melihat ada peserta yang melompat terlalu bersemangat hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh berguling di atas rumput. Meskipun ada yang terjatuh, semangat pantang menyerah layaknya pejuang kemerdekaan tampak jelas pada diri mereka. Para siswa yang jatuh segera bangkit sambil tertawa lepas dan kembali melompat untuk menyelesaikan perlombaan.

Kegiatan semarak kemerdekaan ini berlangsung meriah dan tertib hingga menjelang waktu persiapan salat Jumat. Melalui kombinasi acara zikir dan perlombaan tradisional ini, MIN 5 Asahan telah memberikan contoh nyata bahwa pendidikan karakter bisa disisipkan dalam setiap perayaan. Para siswa tidak hanya diajak bergembira dan memupuk jiwa sportivitas, tetapi juga diajarkan untuk tidak melupakan akar agama dan sejarah bangsanya.(nm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here