Peringati Hari Kesaktian Pancasila, MIN 5 Asahan Gelar Upacara Khidmat Perkokoh Semangat Persatuan

0
17

Hessa Perlompongan (Humas). Suasana khidmat dan penuh nasionalisme menyelimuti lapangan utama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Kamis (01/10/2026) pagi. Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, seluruh elemen madrasah mulai dari para siswa, dewan guru, hingga staf kependidikan berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema sentral yang sarat makna, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Upacara ini berlangsung dengan sangat tertib. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala MIN 5 Asahan.Tohiruddin Hasibuan, S.Pd.,M.M., dalam balutan seragam yang rapi, barisan siswa dari kelas satu hingga kelas enam tampak tegap dan antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Momen puncak kesakralan terasa saat Bendera Merah Putih dikibarkan oleh pasukan pengibar bendera madrasah dengan iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul dengan prosesi mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang telah gugur.

Titik fokus dari upacara ini terletak pada amanat yang disampaikan oleh Inspektur Upacara. Dalam pidatonya, Tohuruddin  menjabarkan makna mendalam di balik tema yang diusung. Beliau menekankan bahwa di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada di Indonesia, Pancasila hadir sebagai fondasi kokoh yang merekatkan segala perbedaan menjadi sebuah kekuatan besar.

“Pancasila bukan sekadar teks yang kita hafalkan dan bacakan saat upacara. Pancasila adalah jiwa, napas, dan identitas bangsa kita. Dengan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila di kehidupan sehari-hari, kita sedang membangun jalan menuju Indonesia yang berdaulat, adil bagi seluruh rakyatnya, dan makmur di masa depan. Anak-anakku sekalian adalah generasi penerus yang memegang tongkat estafet cita-cita tersebut,” tegas beliau di hadapan para peserta upacara.

Lebih lanjut, Tohiruddin  mengajak seluruh warga madrasah untuk meneladani ketangguhan para pahlawan yang rela berkorban demi mempertahankan ideologi negara. Ia mengingatkan bahwa di era modern saat ini, tantangan yang dihadapi generasi muda tidak lagi berupa pertempuran fisik, melainkan bagaimana menjaga etika, merawat toleransi, serta giat belajar agar tidak mudah terpecah belah.

Momen penting lainnya dalam rangkaian upacara tersebut adalah pembacaan Teks Pancasila yang ditirukan dengan suara lantang oleh seluruh peserta, pembacaan Pembukaan UUD 1945, serta pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila. Ikrar tersebut menegaskan kembali kebulatan tekad seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali keluarga besar MIN 5 Asahan, untuk terus mempertahankan, mengamalkan, dan menjaga kesaktian Pancasila demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Kegiatan upacara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah seorang guru agama MIN 5 Asahan. Doa dipanjatkan secara khusyuk untuk memohon keselamatan bangsa, kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, serta kemudahan bagi para siswa dalam menuntut ilmu agar kelak menjadi insan yang cerdas, bertakwa, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Melalui pelaksanaan upacara ini, MIN 5 Asahan berharap peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan mampu menyuntikkan semangat patriotisme ke dalam sanubari setiap siswa sejak usia dini, guna mencetak generasi emas pemersatu bangsa di masa depan.(nm)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here