Asahan (Humas). Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan melalui Seksi Pendidikan Madrasah melaksanakan pelatihan deep learning insersi implementasi kurikulum berbasis cinta dan administrasi guru serta kepala madrasah untuk tingkat RA dan MI tahun 2025 bekerjasama dengan pengawas madrasah yang ditugaskan menjadi pembimbing pada kegiatan ini. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2025 dan berakhir pada tanggal 8 Desember 2025.
Hadir dalam kegiatan ini Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, MA., didampingi oleh Ibu Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Dr. Hj. Sri Muchlis, S. Sos, M. I. Kom., serta pengawas yang membimbing pelatihan ini.
Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Kab. Asahan mengharapkan kepada para peserta pelatihan dapat meningkatkan kemampuannya untuk memajukan madrasah dan dapat mengarahkan siswa agar dapat meningkatkan kompetensi yang dimiliki oleh anak.
“Bapak Ibu sekalian yang berbahagia, pada kesempatan ini saya sangat mengharapkan Bapak/Ibu kepala RA dan MI yang menghadiri pelatihan kali ini agarnya bisa meningkatkan kompetensinya untuk kemajuan madrasah. madrasah ini sudah lama diinginkan oleh orang tua supaya menjadi lembaga yang bisa meningkatkan kompetensi yang dimiliki anak.” harap Kakan.
Kakan Kemenag menambahkan dalam sambutannya mengharapkan para pendidik mulai dari tingkat RA dan MI yang mengikuti pelatihan ini untuk dapat meredam potensi-potensi negatif anak dan menonjolkan potensi positif yang dimiliki anak.
“Kita sebagai pendidik sebenarnya paham betul bahwa potensi anak-anak kita ini sangat luar biasa untuk hal yang positif, walaupun tidak menutup kemungkinan ada juga potensi ke hal negatif. Tugas kita sebagai pendidik untuk dapat meredam potensi negatif tersebut dan mengarahkan anak untuk dapat menonjolkan dan membangkitkan potensi positifnya. Inilah tugas pendidik yang harus dimulai dari tingkat RA dan MI sebagai lembaga madrasah tingkat dasar untuk dapat membentuk kebiasaan dan membentuk karakter anak sejak dini” lanjut Kakan.
Pada kesempatan yang sama, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Asahan, Dr. Hj. Sri Muchlis, S. Sos., M. I.Kom., dalam penyampaiannya menyatakan bahwa kepala madrasah dan guru yang mengikuti pelatihan ini harus memahami betul bagaimana penerapan deep learning yang dikolaborasikan dengan kurikulum berbasis cinta dan juga mengharapkan peserta latihan dapat mencari informasi dari media lain apabila materi pelatihan belum dirasa cukup oleh para peserta.
“Bapak Ibu yang saya hormati, pelatihan ini menekankan kepada pemahaman dan penguasaan Bapak Ibu terhadap bagaimana cara penerapan deep learning yang dikolaborasikan dengan kurikulum berbasis cinta. pelatihan ini langsung dibimbing oleh para pengawas madrasah Bapak Ibu sekalian. Namun, apabila pelatihan kali ini belum dirasa cukup, Bapak Ibu dapat mencari dan memahami materi terkait pelatihan ini secara mandiri dan dapat berkonsultasi langsung dengan pengawas agar dapat pemahaman yang lebih tentang hal ini. Saya mengharapkan madrasah tidak hanya menunggu datangnya materi, namun dapat berperan aktif untuk mencari materi terkait dari berbagai media yang ada.” Ujar Kasi Penmad.
Kasi Penmad menutup sambutannya dengan mengucapkan selamat memperingati hari guru nasional dan mengharapkan yang terbaik bagi seluruh warga madrasah. “Selamat hari guru buat Bapak Ibu sekalian, tetaplah menjadi guru yang profesional. Tetap buat yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan khususnya bagi siswa siswi di madrasah kita.” tutupnya. (mhf)





