Kisaran (Humas) Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MIN 10 Asahan kembali menghadirkan inovasi menarik melalui penerapan metode *Project Based Learning* (PjBL) berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk mendalami materi “Meneladani Khalifah Utsman bin Affan RA” dengan cara yang kreatif, interaktif, dan berbasis teknologi. Rabu (29/04/2026)
Kegiatan pembelajaran yang dipandu oleh guru mata pelajaran SKI, Ardiansyah S.Pd.I, ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan materi, tetapi juga ditantang untuk mengerjakan proyek pembuatan poster digital yang memuat biografi serta prestasi Utsman bin Affan selama masa kepemimpinannya sebagai khalifah.
Dalam pelaksanaannya, siswa memanfaatkan berbagai platform digital seperti Canva dan ChatGPT untuk merancang dan menyusun poster mereka. Dengan bimbingan guru, siswa belajar mengumpulkan informasi penting, menyusun narasi yang ringkas, serta mengemasnya dalam tampilan visual yang menarik. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga melatih keterampilan literasi digital siswa.
Suasana kelas terlihat sangat antusias. Siswa bekerja secara mandiri maupun berkelompok, berdiskusi, serta saling berbagi ide dalam menyelesaikan proyek mereka. Berbagai hasil karya pun menunjukkan kreativitas yang luar biasa, mulai dari desain yang berwarna hingga penyajian informasi yang sistematis dan mudah dipahami.
Menurut Ardiansyah S.Pd.I, penerapan PjBL berbasis TPACK ini bertujuan untuk mengintegrasikan pengetahuan materi, strategi pembelajaran, dan teknologi dalam satu kesatuan yang utuh. Ia berharap siswa tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga mampu mengambil nilai keteladanan dari sosok Utsman bin Affan, seperti sifat dermawan, amanah, dan kepemimpinan yang bijaksana.
Kepala madrasah, Sartiji S.Pd.I., M.M, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pembelajaran ini. Beliau menyampaikan bahwa inovasi pembelajaran berbasis proyek dan teknologi sangat relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, pendekatan ini mampu meningkatkan kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan berpikir kritis siswa.
Dengan adanya pembelajaran berbasis PjBL dan TPACK ini, siswa di MIN 10 Asahan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang sejarah Islam, tetapi juga keterampilan abad 21 yang sangat penting. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.(na)





