Awali Perjuangan, Siswa Kelas 6 MIN 5 Asahan Jalani Hari Pertama Ujian Madrasah dengan Khidmat

0
12

Hessa Perlompongan (Humas).Senin, 11 Mei 2026 menjadi momen bagi seluruh siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan. Tepat hari ini, mereka resmi memulai langkah pertama dalam rangkaian Ujian Madrasah (UM) tahun pelajaran 2025/2026. Pelaksanaan ujian yang menjadi penentu kompetensi akhir ini berlangsung dengan suasana tertib, tenang, dan penuh konsentrasi.

Sebelum memasuki ruang ujian pada pukul 07.30 WIB, pihak madrasah menggelar apel singkat di halaman utama. Dalam arahannya, Kepala MIN 5 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd.,M.M., memberikan motivasi serta pesan moral kepada para peserta ujian. Beliau menekankan bahwa nilai akademik memang penting, namun kejujuran adalah identitas utama siswa di madrasah ini.

“Hari ini adalah pembuktian dari perjuangan kalian selama enam tahun. Ingat, kejujuran adalah prestasi tertinggi di madrasah ini. Jangan terburu-buru, baca soal dengan saksama, dan mulailah selalu dengan doa,” pesannya sebelum melepas siswa menuju ruang ujian masing-masing.

Sesi pertama menghadirkan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Mata pelajaran yang menggabungkan konsep sains alam dan fenomena sosial ini menuntut nalar kritis para siswa.

Soal-soal yang disajikan mencakup berbagai materi esensial, mulai dari ekosistem, energi terbarukan, hingga sejarah dan dinamika sosial masyarakat Indonesia.

Setelah jeda istirahat sejenak untuk menyegarkan pikiran, para siswa kembali memasuki ruangan pada pukul 09.45  WIB untuk menjalani sesi kedua, yaitu mata pelajaran Al-Qur’an Hadist (QH).

Ujian sesi kedua ini menjadi momen penting bagi siswa untuk menunjukkan pemahaman mereka terhadap ayat-ayat suci dan sabda Nabi Muhammad SAW. Materi yang diujikan meliputi hukum bacaan (tajwid), hafalan surat-surat pendek, hingga pemahaman kandungan hadist tentang kehidupan sehari-hari. Kesungguhan terpancar dari wajah para siswa saat mereka menyelesaikan butir demi butir soal yang menjadi ciri khas keunggulan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama ini.

Panitia UM MIN 5 Asahan menerapkan standar pengawasan yang ketat guna menjamin integritas .Guru pengawas berasal dari kelas yang berbeda untuk memastikan objektivitas penilaian.Ruangan diatur sedemikian rupa agar sirkulasi udara dan pencahayaan mendukung konsentrasi maksimal siswa.Seluruh proses, mulai dari pengisian daftar hadir hingga pengumpulan naskah soal, berjalan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku.

Dukungan juga mengalir dari para orang tua yang turut memberikan semangat dari rumah. Mereka berharap lulusan MIN 5 Asahan tahun ini bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau sekolah menengah favorit dengan bekal nilai yang memuaskan.

Ujian Madrasah di MIN 5 Asahan dijadwalkan akan berlangsung selama satu minggu. Hasil dari ujian ini nantinya akan dipadukan dengan nilai rapor dan aspek perilaku untuk menentukan kelulusan siswa.

Keberhasilan hari pertama ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk menuntaskan ujian-ujian berikutnya dengan hasil ter(baik demi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.(nm)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here