Kisaran (Humas). Di MIN 10 Asahan, suasana penuh harapan dan semangat menggelora ketika seluruh siswa kelas VI, yang terdiri dari kelas VI A, B, dan C, melangsungkan ujian tahfidz sebagai ujian akhir di madrasah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi penanda selesainya pendidikan di tingkat ini, tetapi juga jadi momen penting dalam mengukur kemampuan menghafal Al-Qur’an yang telah diperoleh selama mereka belajar di madrasah, Sabtu (17/05/2025)
Ujian tahfidz ini diikuti 111 siswa, dengan setiap kelas mendapat pengujian dari 2 orang penguji setiap kelas yang kompeten. Para penguji ini terdiri dari guru-guru yang telah berpengalaman dalam bidang tahfidz. Pagi itu, para siswa terlihat bersemangat dan sedikit tegang. Mereka mengenakan pakaian rapi, dengan berpakaian putih memperlihatkan komitmen dan keseriusan mereka untuk sukses dalam ujian ini.
Saat ujian dimulai, masing-masing siswa bergiliran mempresentasikan hafalan mereka. Dengan suara yang bergetar namun penuh keyakinan, mereka melafalkan ayat demi ayat, menunjukkan kerja keras dan dedikasi yang telah mereka curahkan selama ini. Tiada suara lain yang terdengar, hanya napas dan suara merdu para siswa yang membacakan ayat suci. Ini adalah momen yang penuh emosi, di mana setiap orang tahu bahwa ini lebih dari sekadar ujian, ini adalah lambang cinta dan komitmen mereka terhadap Al-Qur’an.
Kepala MIN 10 Asahan, Sartiji S.Pd.I,.MM dalam sambutannya sebelum ujian dimulai, mengatakan, “Ujian tahfidz ini adalah langkah penting dalam perjalanan pendidikan anak-anak kita. Bukan hanya untuk menguji hafalan, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai agama yang kuat dalam diri mereka. Kami ingin setiap siswa memahami bahwa mereka bukan hanya diharapkan menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.”
Selain itu, orang tua turut memberikan dukungan moral kepada para siswa. “Kami percaya bahwa ini adalah langkah pertama mereka menuju masa depan yang lebih baik, di mana hukum Allah akan selalu menghiasi hidup mereka,” ungkap salah satu orang tua siswa.
Dengan dibekali hafalan Al-Qur’an yang kuat, MIN 10 Asahan berkomitmen untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam aspek spiritual yang dapat membimbing mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hasil ujian tahfidz ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat.
Setelah pelaksanaan ujian, suasana haru menyelimuti para siswa saat mereka menyampaikan rasa syukur kepada guru-guru mereka. Dalam momen tersebut, Sartiji S.Pd.I.,MM berharap agar hasil ujian ini menjadi awal dari perjalanan baru bagi para siswa untuk terus mengembangkan diri dalam ilmu pengetahuan dan agama.
MIN 10 Asahan bertekad untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.(na)





