Pertahanan (Humas)- Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 7 Asahan upaya meningkatakan kualitas pembelajaran dan memperkuat nilai-nilai karakter pada peserta didik. Kepala MIN 7 Asahan menggelar rapat bersama seluruh guru pada hari Sabtu 15 November 2025. Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan tugas guru serta pembahasa penerapan Kurikulum Cinta yang di integrasikan dalam kegiatan belajar mengajar.
Rapat dibuka oleh Kepala Madrasah MIN 7 Asahan dengan penegasan pentingnya profesionalisme dan kolaborasi antara guru. Dr. H. Hadi Rafitra Hasibuan, S,Ag. M.A menyampaikan bahwa tugas pokok guru bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga juga membentuk karakter peserta didik melalui teladan, pembiasaan positif, dan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan.
Dalam rapat tersebut Dr. H. Hadi Rafitra Hasibuan, S,Ag. M.A menerangkan “tugas pokok guru yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran, pembimbing dan pelatihan peserta didik dan pelaksanaan tugas tambahan sesuai dengan undang-undang.”ujar Hadi Rafitra Hasibuan
Sementara itu kurikulum cinta dibahas sebagai upaya mengajak peserta didik lebih peka terhadap lingkungan dan memahami hubungan spiritual antara manusia dan alam. Guru-guru akan memasukkan kegiatan pembelajaran berbasis alam, seperti observasi lingkungan, praktik menjaga kebersihan, serta kegiatan peduli bumi yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan.
Kepala MIN 7 Asahan menegaskan bahwa kedua kurikulum ini merupakan bagian dari pengembangan karakter yang relevan dengan tantangan zaman, sekaligus mendukung visi-misi MIN 7 Asahan yang berorientasi pada cinta, kedamaian, dan keberlanjutan langsung.
Rapat ditutup dengan penyusunan soal ujian yang akan dilaksanakan pada desember yang mendatang dan Kepala MIN 7 Asahan akan turun langsung untuk supervisi ke dalam kelas pada guru dengan waktu yang bergiliran. Ini merupakan evaluasi rutin untuk memastikan penerapan kurikulum berjalan optimal.
Dengan adanya rapat ini, MIN 7 Asahan berharap seluruh guru dapat bergerak bersama dan menciptakan pendidikan yang lebih bermakna, humanis dan ramah lingkungan.(ms)






