Asahan (Humas). Sosialisasi penggunaan aplikasi Rapor Digital Madrasah (RDM) untuk tingkat Raudhatul Athfal (RA) telah sukses diselenggarakan selama dua hari penuh, dari tanggal 11 dan 12 Desember 2025 yang bertempat di Aula PMDU Asahan dan RA Azzahra Cantika Nur. Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan melalui Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Asahan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada Kepala RA, guru dan tenaga pendidik RA tentang penggunaan sistem penilaian digital yang terintegrasi, meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan nilai, serta mendukung program digitalisasi madrasah agar proses penilaian menjadi lebih transparan, cepat, modern, dan efisien, serta mempersiapkan madrasah menghadapi transformasi digital layanan pendidikan.
Kegiatan ini dimulai pada hari pertama, Kamis (11/12/2025), di Aula PMDU Asahan dengan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, MA., serta didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Dr. Hj. Sri Muchlis, S. Sos, M. I. Kom., dan Helpdesk RDM Kabupaten Asahan, Muri Hamdani, yang sekaligus bertindak sebagai pemateri pada kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Kakan mengharapkan untuk mempermudah sistem kerja di madrasah pada era kemajuan teknologi ini, harus bisa menyesuaikan diri dan belajar secara mandiri agar dapat beradaptasi terhadap kemajuan teknologi khususnya pada sistem penilaian.
“karena ini merupakan bahagian dari kemajuan teknologi, untuk mempermudah sistem kerja dan pemberian penilaian kepada siswa dan siswi kita di madrasah khususnya pada tingkat RA ini, maka saya harap kepada kita semuanya mau tidak mau harus bisa menyesuaikan diri, mau tidak mau harus bisa memaksa diri, mau tidak mau harus belajar secara mandirisupaya kita di RA ini tidak menyumbangkan penilaian negatif dari masyarakat dan suapaya kita d-ketinggalan dan dapat beradaptasi terhadap kemajuan teknologi khususnya pada sistem penilaian.” harap Kakan.
Suasana pada sosialisasi di hari pertama ini terasa sangat hidup dan berlangsung dengan tertib, hal ini dapat dilihat ketika penjelasan oleh pemateri sedang berlangsung, para peserta terlihat sangat antusias dalam memperhatikan seluruh tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam penggunaan aplikasi RDM ini. Peserta juga sangat terlihat aktif terlibat dalam sesi tanya jawab, hal ini menandakan tingginya rasa ingin belajar pada diri peserta untuk memahami materi.
Memasuki hari kedua, Jumat (12/12/2025), kegiatan dilanjutkan di RA Azzahra Cantik Nur dengan peserta tingkat RA dari zona yang berbeda. Sosialisasi hari kedua ini dibuka oleh Ibu Kasi Penmad asahan, DR. Hj. Sri Muchlis, S. Sos, M. I. Kom. Dalam sambutannya, Kasi Penmad Asahan menyampaikan bahwa seluruh pendidik dan tenaga kependidikan pada tingkat RA ini harus mampu untuk meningkatkan kompetensi agar dapat memberikan layanan pendidikan yang baik.
“Bapak/Ibu yang saya banggakan, kegiatan sosialisasi RDM ini adalah langkah nyata kita bersama untuk mewujudkan madrasah yang lebih bermutu di era digital. RDM bukan hanya sekadar aplikasi, namun bagian dari komitmen kita untuk memberikan layanan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan efisien. Mari kita jadikan momen ini untuk meningkatkan kompetensi kita, bersinergi, dan berinovasi agar madrasah kita semakin maju dan mampu bersaing.” ungkap Kasi Penmad.
Kasi Penmad juga mengingatkan kepada seluruh peserta yang berhadir pada kegiatan ini agar langsung menghubungi operator Kabupaten apabila mengalami kendala pada penggunaan aplikasi RDM ini. “Saya berharap seluruh peserta mengikuti sosialisasi ini dengan sungguh-sungguh. Jika ada kendala teknis, segera komunikasikan dengan tim teknis atau operator kabupaten/kota. Jangan sampai pengisian rapor di akhir semester nanti terhambat karena ketidaktahuan teknis hari ini.” harapnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif berupa meningkatnya efisiensi administrasi guru, transparansi penilaian bagi orang tua dan siswa, akurasi data pendidikan, serta mempermudah evaluasi dan akreditasi madrasah melalui sistem yang terintegrasi, cepat, dan mudah diakses secara digital, mendorong transformasi digital dalam layanan pendidikan madrasah secara menyeluruh. (mhf)





