Tanamkan Karakter Sejak Dini, MIN 5 Asahan Soroti Pentingnya Adab Permisi dalam Upacara Bendera

0
217

Hessa Perlompongan (Humas). Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin (19/01/2026)pagi. Ratusan siswa bersama jajaran dewan guru berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera rutin. Namun, ada yang berbeda dalam pelaksanaan kali ini ,fokus utama bukan sekadar pada baris-berbaris, melainkan pada penguatan pondasi akhlak melalui salah satu kata ajaib dalam kehidupan sehari-hari permisi.

Upacara dimulai tepat pukul 07.15 WIB. Petugas upacara yang terdiri dari siswa kelas atas menjalankan tugas mereka dengan sangat disiplin. Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya bergema di seluruh lingkungan madrasah, menciptakan atmosfer nasionalisme yang kental di kalangan peserta didik.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Hernita Susmiaty,S.Pd.,  salah satu guru senior di MIN 5 Asahan, menyampaikan amanat yang menyentuh hati. Beliau tidak membahas hal-hal administratif yang berat, melainkan mengajak siswa kembali ke dasar etika atau adab.

Dalam pidatonya, beliau menekankan bahwa kecerdasan tidak akan berarti tanpa didampingi oleh adab yang baik. Salah satu pilar adab yang mulai luntur di era digital ini adalah penggunaan kata Permisi.

“Anak-anakku, ada tiga kata ajaib yang bisa membuka pintu hati siapa saja Tolong, Maaf, dan Terima Kasih. Namun hari ini, Ibu ingin kita fokus pada satu tindakan yang merupakan turunan dari rasa hormat, yaitu berkata Permisi,” ujar beliau di depan mimbar.

Beliau menjelaskan bahwa kata Permisi bukan sekadar formalitas basa-basi, melainkan bentuk pengakuan terhadap keberadaan orang lain. Di lingkungan madrasah, adab ini diaplikasikan dalam beberapa situasi penting

Saat berjalan di depan guru atau teman yang sedang duduk.Meminta izin sebelum memasuki ruang kelas atau kantor guru.Cara yang sopan jika ada keperluan mendesak saat orang lain sedang berbicara.

Para siswa tampak menyimak dengan saksama. Beberapa di antaranya terlihat mengangguk setuju saat pembina memberikan ilustrasi betapa tidak sopannya seseorang yang menerobos jalan tanpa menyapa atau meminta izin.

Kepala MIN 5 Asahan Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M.,dalam kesempatan ini menyatakan dukungannya terhadap tema amanat tersebut. Menurut pihak madrasah, pendidikan karakter di MIN 5 Asahan memang diprioritaskan untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga santun dalam berperilaku di masyarakat.

Upacara diakhiri dengan doa bersama dan pembubaran barisan yang dilakukan secara tertib. Pesan tentang kata Permisi ini diharapkan tidak hanya berhenti di lapangan upacara, tetapi dibawa pulang ke rumah dan dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Asahan.

Dengan adanya pembiasaan seperti ini, MIN 5 Asahan terus membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan adab di atas ilmu, demi menyongsong generasi emas yang berkarakter kuat.(nm)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here