Hessa Perlompongan (Humas). Suasana khidmat menyelimuti lapangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin pagi ini (26/01/2026). Ratusan siswa bersama jajaran guru dan staf kependidikan berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera rutin. Namun, ada yang berbeda dalam amanat kali ini pesan moral yang mendalam mengenai etika menjadi sorotan utama.
Upacara yang dimulai tepat pukul 07.15 WIB ini dipimpin oleh salah satu guru senior Elviana, S.Pd., yang bertindak sebagai Pembina Upacara. Dalam amanatnya, beliau mengusung tema besar yang sangat relevan dengan dunia pendidikan saat ini adab di atas segalanya.
Dalam pidatonya, Pembina upacara menekankan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan berarti banyak jika tidak dibarengi dengan keluhuran budi pekerti. Beliau mengingatkan para siswa bahwa madrasah bukan sekadar tempat mencetak generasi yang pintar secara akademis, tetapi juga tempat membentuk insan yang berakhlakul karimah.
“Anak-anakku sekalian, setinggi apa pun pangkatmu nanti, sepintar apa pun otakmu, jika kamu tidak memiliki adab kepada orang tua, guru, dan sesama, maka ilmumu tidak akan membawa keberkahan,” ujar beliau di hadapan barisan siswa yang menyimak dengan tekun.
Ada tiga poin penting yang disampaikan dalam amanat tersebut guna mengimplementasikan tema adab di atas segalanya,Adab terhadap guru,menghormati guru bukan hanya saat di dalam kelas, tetapi juga melalui sikap santun saat berpapasan dan mendengarkan nasihat dengan rendah hati.Adab terhadap sesama teman,menghentikan segala bentuk perundungan ,dan menumbuhkan rasa saling menyayangi antar sesama siswa.Adab terhadap lingkungan, menjaga kebersihan madrasah sebagai bentuk syukur dan etika terhadap tempat menuntut ilmu.
Kepala MIN 5 Asahan Tohiruddin Hasibuan, S.Pd.,M.M., dalam kesempatan terpisah menyatakan dukungannya terhadap tema amanat tersebut. Menurutnya, penguatan karakter memang menjadi prioritas utama madrasah tahun ini. Hal ini sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga teladan dalam perilaku.
Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama dan pemberian apresiasi kepada kelas yang dinilai paling disiplin selama pelaksanaan upacara berlangsung. Melalui kegiatan ini, MIN 5 Asahan berharap semangat Adab di Atas Segalanya tidak hanya berhenti di lapangan upacara, tetapi meresap dalam aktivitas harian seluruh warga madrasah.(nm)





