Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan menggelar kegiatan rutin ceramah yang berlangsung khidmat di halaman utama madrasah pada pagi hari ini. Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa, guru, dan staf kependidikan ini menghadirkan tausiyah spesial dengan tema Meresapi Makna Bulan Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan. Jumat (27/02/2026).
ceramah yang disampaikan oleh salah satu pendidik MIN 5 Asahan, Dewiyul, S.Pd., menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan menahan lapar, melainkan sebuah momentum transformasi diri yang luar biasa bagi setiap Muslim, terutama bagi para generasi muda di lingkungan madrasah.
Dalam penyampaiannya yang lugas namun menyentuh, sang guru menjelaskan bahwa makna utama Ramadhan adalah sebagai bulan pendidikan. Beliau membagi makna tersebut ke dalam tiga dimensi utama
Puasa mengajarkan siswa untuk disiplin dan sabar dalam menanti waktu berbuka, yang secara tidak langsung melatih pengendalian diri dari godaan hal-hal yang membatalkan pahala.Dengan merasakan lapar, siswa diajak untuk memiliki empati yang tinggi terhadap kaum dhuafa. Inilah momen di mana zakat dan sedekah menjadi jembatan kasih sayang antar sesama.
Tidak ada yang tahu jika seseorang makan di tempat tersembunyi, namun rasa takut kepada Allah Swt membuat seseorang tetap teguh berpuasa. Inilah pendidikan karakter kejujuran yang paling nyata. Puasa adalah ibadah rahasia antara hamba dan Tuhannya,” ujar beliau
Lebih lanjut, Dewiyul mengingatkan agar para siswa MIN 5 Asahan tidak menjadi golongan orang yang merugi, yakni mereka yang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan haus saja.
“Anak-anakku, jangan biarkan lisanmu berbohong, jangan biarkan matamu melihat yang tidak baik, dan jangan biarkan hatimu membenci saat berpuasa. Inilah makna puasa yang sebenarnya, yaitu menjaga seluruh anggota tubuh dari kemaksiatan,” pesan beliau di tengah suasana pagi yang sejuk.
Saat dikonfirmasi secara terpisah Kepala MIN 5 Asahan, Togiruddin Hasibuan, S.Pd.,M.M., menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari kurikulum kerohanian sekolah. Menurutnya, literasi keagamaan melalui ceramah seperti ini sangat efektif untuk membentengi moral siswa di tengah arus digitalisasi yang kencang.
“Kami ingin lulusan MIN 5 Asahan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual. Melalui pemahaman makna Ramadhan yang benar, kami berharap lahir generasi yang bertaqwa dan berakhlakul karimah,” ungkap Tohir
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh sang penceramah, memohon agar seluruh keluarga besar MIN 5 Asahan diberikan kekuatan untuk menyelesaikan ibadah puasa hingga hari kemenangan tiba. Para siswa kemudian kembali ke kelas masing-masing dengan membawa catatan ilmu dan semangat baru untuk menjalani sisa hari di bulan suci.(nm)





