Kisaran (Humas) Kegiatan pembelajaran yang inovatif kembali ditunjukkan oleh siswa kelas VA MIN 10 Asahan. Dengan mengusung model pembelajaran active learning dan visual learning, para siswa berhasil menciptakan karya ragam hias Nusantara melalui proyek pemetaan konsep (concept mapping project) dalam mata pelajaran seni rupa. Kamis (09/04/2026)
Di bawah bimbingan wali kelas, Nur Wahyuni, S.Pd., SD, kegiatan ini dirancang untuk mendorong siswa lebih aktif, kreatif, serta mampu memahami materi secara mendalam melalui visualisasi ide. Metode mind map yang digunakan membantu siswa mengorganisasi gagasan mereka tentang berbagai motif ragam hias dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari motif batik, ukiran, hingga ornamen tradisional khas daerah.
Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok diminta untuk memilih tema ragam hias Nusantara, kemudian memetakan konsepnya dalam bentuk mind map yang menarik dan penuh warna. Setelah itu, konsep tersebut diwujudkan menjadi karya seni rupa yang kreatif dan unik.
Menurut Nur Wahyuni, S.Pd., SD, pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa. “Dengan active learning, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses berpikir dan berkarya. Sementara visual learning membantu mereka lebih mudah memahami dan mengingat konsep,” ujarnya.
Kepala madrasah, Sartiji, S.Pd.I., M.M., turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa inovasi pembelajaran seperti ini sangat penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern. “Kami sangat mendukung guru-guru yang terus berinovasi. Kegiatan ini tidak hanya mengasah kreativitas siswa, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya Nusantara,” ungkapnya.
Hasil karya siswa pun dipamerkan di ruang kelas, menciptakan suasana belajar yang inspiratif dan penuh warna. Setiap karya menampilkan keunikan masing-masing daerah, sekaligus mencerminkan pemahaman siswa terhadap konsep yang telah mereka pelajari.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang seni rupa, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, serta kemampuan menyampaikan ide secara visual. Proyek concept mapping ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pembelajaran lainnya di MIN 10 Asahan maupun di sekolah lain.
Dengan semangat belajar yang tinggi dan metode pembelajaran yang inovatif, siswa kelas VA MIN 10 Asahan membuktikan bahwa belajar seni dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan, bermakna, dan penuh kreativitas.(na)





