Hessa Perlompongan (Humas). Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan. Lembaga pendidikan Islam ini sukses menggelar acara Khataman Qur’an bagi siswa-siswi kelas 6 yang telah menyelesaikan masa pendidikan mereka. Acara yang merupakan agenda tahunan ini tidak hanya sekadar seremonial pelepasan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat karakter religius dan melestarikan tradisi budaya lokal.
Sejak pagi hari, halaman madrasah sudah dipadati oleh para orang tua murid, jajaran pendidik, serta tamu undangan. Para siswa kelas 6 tampil anggun dan bersahaja dengan busana muslim bernuansa putih, melambangkan kesucian hati dan niat mereka dalam mengamalkan kalam Ilahi.
Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bergantian oleh para peserta khataman. Lantunan ayat suci yang dibawakan dengan tartil dan fasih oleh para siswa sempat membuat beberapa orang tua yang hadir meneteskan air mata haru, menyaksikan buah hati mereka kini telah tumbuh menjadi generasi yang cinta Al-Qur’an.
Untuk memberikan bekal spiritual yang lebih mendalam, MIN 5 Asahan menghadirkan seorang Al-Ustadz untuk menyampaikan tausiyah agama. Dalam ceramahnya, Al-Ustadz memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak madrasah dan orang tua yang telah bersinergi mendidik anak-anak hingga mampu mengkhatamkan Al-Qur’an.
“Khatam Al-Qur’an ini bukanlah akhir dari perjalanan membaca dan mempelajari Al-Qur’an, melainkan awal bagi anak-anak kita untuk melangkah ke jenjang berikutnya dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas hidup. Di era digital ini, membentengi anak dengan Al-Qur’an adalah penyelamat terbaik,” ujar Al-Ustadz dalam petikan ceramahnya yang disambut antusias oleh seluruh hadirin.
Ada yang unik dan istimewa pada perayaan khataman tahun ini. Selain prosesi keagamaan, MIN 5 Asahan juga menyisipkan Acara Upah-Upah, sebuah tradisi adat Melayu-Asahan yang kaya akan makna filosofis.
Prosesi upah-upah ini ditandai dengan penyajian bale (hidangan khusus yang dihias indah berisi nasi ketan, ayam panggang, dan telur rebus). Satu per satu perwakilan siswa bersimpuh, sementara para guru dan perwakilan orang tua mengayun-ayunkan sejumput padi dan menaburkan beras peninggi di atas kepala anak-anak sembari melantunkan doa dan kalimat-kalimat penyemangat (upah-upah).
Suasana haru semakin memuncak saat sesi sungkeman, di mana para siswa memeluk erat orang tua dan guru-guru mereka, mengucapkan terima kasih atas segala pengorbanan dan bimbingan selama enam tahun lamanya.
Kepala MIN 5 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd.,M.M.,dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangga yang luar biasa kepada seluruh siswa kelas 6 yang diwisuda dan dikhatamkan pada hari ini. Beliau menekankan bahwa MIN 5 Asahan berkomitmen tidak hanya mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah dan tetap menghargai kearifan lokal.
“Kami titipkan anak-anak ini kembali kepada bapak dan ibu sekalian. Tolong jaga salatnya, jaga bacaan Al-Qur’annya. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada MIN 5 Asahan selama enam tahun ini. Semoga tradisi upah-upah dan khataman ini membekas di hati mereka sebagai modal mental yang kuat untuk meraih cita-cita,” ungkap Kepala Madrasah.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Al-Ustadz, dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara siswa, guru, orang tua, dan komite sekolah. Wajah-wajah bahagia tampak terpancar, menandai babak baru perjalanan mulia generasi penerus bangsa dari MIN 5 .(nm)





