Yayasan Bary Tarbiyah Gelar Pelatihan Kokurikuler Penyusunan RPP Berbasis Cinta dan Pemanfaatan Artificial Intelligence

0
84

Asahan – Dalam rangka meningkatkan kompetensi pendidik serta mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran pada Tahun Pelajaran baru, Yayasan Bary Tarbiyah menggelar Pelatihan Kokurikuler Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirangkaikan dengan rapat bersama Pengawas Madrasah. Kegiatan ini mengusung tema “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui Penyusunan Perangkat Pembelajaran yang Inovatif dan Terintegrasi dengan Artificial Intelligence (AI)”.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru MIS Bary Tarbiyah dan MTsS Bary Tarbiyah ini menghadirkan Pengawas Madrasah, Ibu Nely Syafridah Harahap, S.Pd., M.Si., sebagai narasumber utama. Dalam arahannya, beliau menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, penguatan karakter, dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan.

Ibu Nely Syafridah Harahap menekankan bahwa guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membangun hubungan emosional yang positif dengan peserta didik sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan. Menurut beliau, nilai-nilai cinta, empati, kepedulian, serta keteladanan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses pembelajaran di madrasah.

Selain pengenalan Kurikulum Berbasis Cinta, peserta juga mendapatkan pelatihan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan perangkat pembelajaran lainnya yang mengintegrasikan kegiatan kokurikuler sebagai bagian dari penguatan kompetensi dan karakter peserta didik. Guru diarahkan untuk menyusun pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan sosial, kolaborasi, kreativitas, kepemimpinan, serta pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam pelatihan ini adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai teknologi pendukung dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Para guru dikenalkan dengan berbagai aplikasi AI yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun RPP, modul ajar, bahan ajar, media pembelajaran, instrumen asesmen, hingga menghasilkan ide-ide pembelajaran yang kreatif, efektif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Dalam pelatihan tersebut ditekankan bahwa penggunaan AI harus dilakukan secara bijaksana dan bertanggung jawab. AI diposisikan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas guru, bukan sebagai pengganti peran guru dalam mendidik. Kreativitas, profesionalisme, dan sentuhan kasih sayang dari seorang pendidik tetap menjadi faktor utama dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna.

Rapat bersama Pengawas Madrasah juga dimanfaatkan sebagai forum evaluasi dan koordinasi penyusunan perangkat pembelajaran Tahun Pelajaran baru. Seluruh guru berdiskusi mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, penguatan kegiatan kokurikuler, strategi pembelajaran berdiferensiasi, asesmen, serta pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Ketua Umum Yayasan Bary Tarbiyah, Rizky Muhardi, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen yayasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru. Menurutnya, guru harus mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ruh pendidikan.

“Melalui pelatihan ini kami berharap seluruh guru mampu menyusun perangkat pembelajaran yang berkualitas, mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten, mengoptimalkan kegiatan kokurikuler sebagai sarana penguatan karakter peserta didik, serta memanfaatkan Artificial Intelligence secara bijaksana untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan bermakna.” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi, praktik penyusunan RPP, serta berbagi pengalaman dalam mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Cinta dengan pemanfaatan teknologi AI. Melalui pelatihan ini, Yayasan Bary Tarbiyah berharap seluruh pendidik semakin siap menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, berkarakter, dan relevan dengan perkembangan zaman, sehingga mampu mencetak generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, serta memiliki kecakapan abad ke-21.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here