Kreativitas Tanpa Batas: Siswa Kelas 4C MIN 5 Asahan Sulap Sedotan Plastik Jadi Karya Seni

0
9

Hessa Perlompongan (Humas). Suasana belajar yang penuh semangat dan warna-warni mewarnai ruang kelas 4C Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) pekan ini. Bukannya terpaku pada buku tulis, para siswa justru tampak antusias bergelut dengan gunting, lem, dan ribuan sedotan plastik. Mereka tengah mengikuti kegiatan praktik merangkai kerajinan tangan berupa miniatur rumah dan bunga hias.Sabtu (26/09/2026)

Di bawah bimbingan guru kelas, Faisal Akbar Manurung, M.Pd.,  meja-meja belajar berubah menjadi bengkel seni mini. Dengan penuh ketekunan, tangan-tangan mungil para siswa memotong, melipat, dan menempelkan sedotan-sedotan plastik berwarna-warni tersebut. Sedikit demi sedikit, potongan sedotan itu dirangkai menjadi struktur dinding rumah yang rapi, atap yang kokoh, hingga kelopak-kelopak bunga yang mekar dengan indah. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas akademis biasa, melainkan sebuah wadah eksplorasi yang menyenangkan.

Pembelajaran praktik ini dirancang dengan tujuant pertama dan yang paling terasa secara langsung adalah melatih keterampilan motorik halus dan ketelitian anak. Menggunting sedotan dengan ukuran yang presisi, memberikan lem dengan takaran yang pas, serta merangkainya menjadi objek yang utuh membutuhkan koordinasi mata dan tangan yang sangat baik, serta kesabaran ekstra yang melatih fokus para siswa.

Selain itu, kegiatan ini secara langsung mengasah kreativitas siswa dalam bidang seni rupa 3 (tiga) dimensi. Jika biasanya anak-anak hanya menggambar di atas kertas datar ,kali ini mereka dituntut untuk memproyeksikan imajinasi mereka ke dalam bentuk ruang yang memiliki panjang, lebar, dan volume. Mereka belajar tentang proporsi, keseimbangan bentuk bangunan, hingga perpaduan warna yang harmonis untuk bunga yang mereka ciptakan.

Lebih dari sekadar mengejar nilai estetika dan keterampilan tangan, proyek kerajinan SBdP ini juga membawa pesan moral yang krusial terkait pelestarian lingkungan. Melalui pemanfaatan sedotan plastik ini, para guru bertujuan untuk mengenalkan prinsip daur ulang barang bekas atau limbah plastik kepada generasi muda sejak dini.

Seperti yang diketahui, sampah plastik merupakan salah satu penyumbang polusi lingkungan terbesar karena sulit terurai oleh alam. Langkah kecil dengan menyulap limbah sedotan menjadi barang yang bernilai guna dan seni ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran ekologis para siswa. Mereka diajarkan bahwa barang yang tadinya dianggap sebagai sampah atau barang sekali pakai, apabila disentuh dengan inovasi dan kreativitas, dapat berubah menjadi karya seni yang memiliki nilai keindahan.

Kegiatan hari itu ditutup dengan pameran kecil di dalam kelas. Setiap siswa secara bergantian mempresentasikan hasil karya rumah dan bunga hias dari sedotan yang telah mereka selesaikan. Senyum bangga terpancar dari wajah siswa-siswi Kelas 4C MIN 5 Asahan saat karya mereka diapresiasi oleh guru dan teman-teman sebayanya.

Melalui satu aktivitas sederhana di kelas SBdP ini, para siswa telah memetik banyak pelajaran berharga mereka tidak hanya belajar menjadi seniman cilik yang terampil dan teliti, tetapi juga tumbuh menjadi pahlawan lingkungan yang peduli pada bumi tempat mereka tinggal.(nm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here