Sambut Keberkahan Ramadhan, Guru MIN 5 Berikan Tausiyah Menyentuh tentang 5 Keistimewaan Amalan Ibadah

0
78

Hessa Perlompongan (Humas). Suasana khusyuk menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada pagi hari Rabu (25/02/2026). Dalam rangka mengisi kegiatan amaliah Ramadhan, seluruh siswa, staf, dan tenaga pengajar berkumpul untuk mendengarkan ceramah agama yang disampaikan oleh salah satu guru senior, Seniati, S.Ag.

Dengan tema 5 Keistimewaan Amalan di Bulan Suci, tausiyah tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat beribadah para siswa sejak dini agar tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan meraih esensi terdalam dari bulan yang penuh ampunan ini.

Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah waktu di mana pintu langit dibuka selebar-lebarnya. Beliau memaparkan lima poin utama yang menjadi keistimewaan amalan selama bulan ramadhan.

Pelipat gandaan Pahala yang Fantastis Beliau menjelaskan bahwa setiap amalan sunnah di bulan Ramadhan dihitung pahalanya setara dengan amalan fardu di bulan lain. “Bayangkan, satu sujud sunnah kita bernilai luar biasa, apalagi ibadah wajib yang pahalanya dilipatgandakan hingga 70 kali lipat bahkan lebih,” ujarnya di hadapan para jamaah.

Puasa sebagai Perisai dan Penghapus Dosa Mengutip hadis muttafaq ‘alaih, beliau mengingatkan bahwa barangsiapa yang berpuasa dengan iman dan mengharap rida Allah, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni

Keutamaan Memberi Makan Orang Berpuasa Satu amalan sosial yang ditekankan adalah berbagi. Beliau mengajak para siswa untuk rajin bersedekah, walau hanya sebutir kurma, dan malam Lailatul Qadar sebagai   bonus seribu bulan

Beliau juga menambahkan bau mulut yang lebih harum dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti anak-anak, beliau menjelaskan sisi spiritual dari fisik orang berpuasa. Di sisi Allah, bau mulut orang yang berpuasa jauh lebih harum daripada minyak kesturi, sebagai bentuk apresiasi pencipta terhadap hamba-Nya yang sedang berjuang.

Saat di konfirmasi secara terpisah kepala MIN 5 Tohiruddin Hasibuan, S.Pd.,M.M., menyatakan bahwa kegiatan seperti ini rutin dilakukan untuk memperkuat karakter religius siswa. “Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga memiliki kecintaan yang mendalam terhadap ibadah. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menanamkan benih kebaikan itu,” tuturnya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan pembacaan selawat yang menggema di seluruh area madrasah. Para siswa tampak antusias mencatat poin-poin penting dari ceramah tersebut di buku agenda Ramadhan mereka masing-masing.

Diharapkan, melalui penguatan spiritual ini, civitas akademika MIN 5 dapat menjalani sisa bulan Ramadhan dengan lebih berkualitas dan penuh makna.(nm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here