Kisaran (Humas) Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran terus dilakukan oleh para pendidik di MIN 10 Asahan. Salah satunya datang dari Guru Kelas 3, Muhammad Rasyid Al Arif S.P, yang menghadirkan inovasi menarik dalam kegiatan belajar membaca puisi dengan memanfaatkan media infokus. Inovasi ini diterapkan dalam pembelajaran bertema Cara Baik Membaca Puisi, yang berlangsung pada Kamis (20/11/2025) di ruang kelas III MIN 10 Asahan.

Dalam proses pembelajaran tersebut, Arif memanfaatkan infokus untuk menampilkan contoh puisi, tayangan intonasi membaca, serta video pendek yang menggambarkan bagaimana ekspresi, tempo, dan pelafalan dapat memperkuat makna puisi. Penggunaan media visual ini terbukti membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

Sejak pelajaran dimulai, siswa terlihat sangat antusias mengikuti arahan guru. Mereka menyimak setiap contoh yang ditampilkan melalui layar, kemudian menirukan cara membacanya. Dengan pendekatan visual-auditori yang digunakan, siswa lebih mudah memahami konsep dasar membaca puisi dengan baik—mulai dari penggunaan intonasi, lafal yang jelas, hingga penghayatan terhadap isi puisi.

 

Menurut Rasya, pemanfaatan infokus bukan sekadar untuk menampilkan materi, tetapi juga untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih variatif dan bermakna.
“Anak-anak cepat tertarik pada sesuatu yang bisa mereka lihat dan dengar secara langsung. Dengan infokus, materi puisi yang biasanya dianggap sulit atau membosankan menjadi lebih mudah dipahami dan lebih disukai siswa,” ujarnya usai kegiatan pembelajaran.

 

Tidak hanya menampilkan contoh, guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk tampil satu per satu membaca puisi di depan kelas. Ketika tampil, siswa diberikan umpan balik langsung melalui tayangan yang telah disiapkan sebelumnya, sehingga mereka dapat membandingkan cara membaca mereka dengan contoh yang benar. Hal ini membuat proses belajar menjadi interaktif dan memacu keberanian siswa untuk tampil di depan umum.

Para siswa pun terlihat bersemangat saat diminta tampil. Banyak di antara mereka yang menunjukkan perkembangan signifikan dalam hal keberanian, intonasi, dan kemampuan penghayatan puisi. Beberapa siswa yang awalnya malu-malu, akhirnya mampu membacakan puisi dengan suara lantang dan percaya diri.

 

Kepala MIN 10 Asahan memberikan apresiasi terhadap langkah kreatif yang dilakukan Muhammad Arif Rasya, S.P. Menurutnya, inovasi seperti ini sangat dibutuhkan dalam pembelajaran di era modern.
“Penggunaan teknologi dalam pembelajaran merupakan salah satu cara untuk memastikan siswa tidak hanya belajar, tetapi juga menikmati prosesnya. Inovasi seperti ini harus terus dikembangkan,” katanya dalam kesempatan terpisah.

 

Dengan adanya penerapan pembelajaran berbasis teknologi ini, MIN 10 Asahan berharap dapat terus mendorong pendidik untuk berinovasi dan menghadirkan metode pembelajaran yang lebih menarik. Tujuannya agar siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga membangun minat baca dan kemampuan literasi yang lebih kuat sejak dini.

Kegiatan inovatif ini menjadi bukti bahwa kreativitas guru dapat membawa perubahan positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan suasana kelas yang lebih dinamis, interaktif, dan menyenangkan.(na)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here