Kisaran (Humas) Asahan Menjelang berakhirnya kegiatan pembelajaran pada semester ganjil tahun pelajaran berjalan, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Asahan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh guru dan tenaga pendidik, Rabu (03/11/2025) Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan madrasah tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Sartiji S.Pd.I., M.M., dengan fokus utama pada penyelarasan mekanisme penilaian asesmen semester ganjil.
Dalam arahannya, Sartiji menegaskan bahwa penilaian asesmen bukan sekadar formalitas akhir semester, tetapi merupakan instrumen penting dalam memotret capaian belajar siswa secara menyeluruh. Ia meminta semua guru untuk mengedepankan transparansi, objektivitas, serta akurasi dalam melakukan penilaian.
Penilaian yang baik akan menghasilkan data yang baik pula. Data inilah yang menjadi dasar dalam memperbaiki proses pembelajaran ke depan. Karena itu, saya berharap setiap guru benar-benar memahami indikator penilaian dan melaksanakannya secara jujur serta bertanggung jawab, ujar Sartiji dalam sambutannya.
Koordinasi ini mencakup pembahasan teknis pelaksanaan asesmen, mulai dari penyusunan soal, pengaturan jadwal, mekanisme pengawasan, hingga pengolahan nilai menggunakan aplikasi penilaian madrasah. Seluruh guru diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, kendala, dan strategi agar pelaksanaan asesmen berjalan lancar dan sesuai pedoman Kementerian Agama.
Selain itu, Sartiji juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara guru mata pelajaran, wali kelas, dan bagian tata usaha dalam proses rekapitulasi nilai. Ia menekankan bahwa setiap data yang masuk harus dapat dipertanggungjawabkan dan bebas dari unsur manipulasi.
Nilai siswa harus mencerminkan kemampuan mereka yang sebenarnya. Tidak boleh ada rekayasa. Kita ingin MIN 10 Asahan menjadi madrasah yang dipercaya masyarakat karena menjunjung tinggi integritas,tambahnya.
Kegiatan koordinasi ini disambut positif oleh para guru. Mereka menilai rapat ini sangat membantu dalam menyamakan persepsi terkait standar penilaian, terutama dalam menghadapi perubahan kurikulum dan tuntutan pembelajaran yang semakin berkembang. Beberapa guru juga mengusulkan adanya workshop lanjutan untuk memperdalam teknik penyusunan soal berbasis literasi dan numerasi.
Di akhir pembahasan, disepakati bahwa seluruh instrumen penilaian harus disiapkan tepat waktu dan dikumpulkan secara terjadwal. Kepala madrasah berharap kerja sama dan komitmen seluruh guru dapat membuat proses asesmen berjalan lebih tertib dan menghasilkan data yang valid.
Dengan adanya koordinasi ini, MIN 10 Asahan optimis dapat melaksanakan penilaian asesmen semester ganjil secara profesional dan akuntabel, sekaligus memperkuat budaya mutu di lingkungan madrasah.(na)





