Pastikan Pelaporan Akurat, Penmad Asahan Gelar Monev Penggunaan Dana BOS Zona 5 di MTsS Bina Ulama Kisaran

0
199

Kisaran (Humas). Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan melalui Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) kembali melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk periode Juli–Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (21/01/2026) dan berpusat di MTsS Bina Ulama Kisaran. Kegiatan Monev kali ini memasuki Zona 5 dari total 7 zona yang dijadwalkan di seluruh Kabupaten Asahan. Sebanyak 49 lembaga pendidikan yang terdiri dari tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) hadir mengikuti jalannya evaluasi tersebut.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag Asahan, Dr. Hj. Sri Muchlis, S.Sos., M.I.Kom., dalam arahannya menekankan pentingnya akuntabilitas dan pemahaman terhadap aturan terbaru.

“Bapak dan Ibu, monev hari ini merupakan zona ke-5 dari 7 zona yang kita jadwalkan. Saya berharap tidak ada lagi madrasah yang tidak mengerjakan laporan atau terlambat. Semuanya harus tertib administrasi,” tegas Dr. Sri Muchlis.

Beliau juga mengingatkan adanya perubahan pada Petunjuk Teknis (Juknis) BOS yang harus dipelajari dengan saksama oleh para kepala madrasah dan bendahara. Kepala dan bendahara bos madrasah harus memahami perubahan juknis  yang wajib dibaca agar tidak terjadi kesalahan dalam pengalokasian dana. Pemahaman tim BOS madrasah terhadap juknis sangat penting agar madrasah mengetahui secara detail kegiatan apa saja yang boleh dan tidak boleh dibayarkan menggunakan Dana BOS.

Selain masalah Dana BOS, Dr. Sri Muchlis juga menyoroti pentingnya keaktifan kepala madrasah dalam memantau grup koordinasi (WhatsApp Group). Beliau mengimbau agar setiap peluang bantuan dari pusat segera ditindaklanjuti.

“Apabila ada link bantuan yang dibagikan di grup, Bapak dan Ibu isi saja linknya. Masalah dapat atau tidaknya bantuan tersebut itu urusan belakang, yang penting kita berusaha dan menjemput bola,” tambahnya.

Kegiatan ini tidak hanya berisi evaluasi, tetapi juga menjadi ajang apresiasi bagi madrasah yang memiliki kinerja data terbaik. Sebanyak 17 madrasah menerima sertifikat penghargaan atas keberhasilannya melakukan validasi data pada aplikasi EMIS dan Verval PD secara tepat waktu dan akurat.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi madrasah lain untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola data pendidikan, mengingat data EMIS merupakan basis utama dalam penentuan kebijakan dan bantuan dari pemerintah. (mhf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here