Hessa Perlompongan (Humas). Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin (09/02/2026)pagi. Ratusan siswa bersama jajaran guru dan staf kependidikan berkumpul untuk melaksanakan rutinitas upacara bendera mingguan. Namun, ada yang berbeda pada pelaksanaan kali ini; sebuah pesan mendalam mengenai filosofi Niat menjadi inti sari dari pertemuan seluruh warga madrasah tersebut.
Upacara yang dimulai tepat pukul 07.15 WIB ini berjalan dengan tertib. Petugas upacara yang merupakan siswa kelas V-B menjalankan tugasnya dengan presisi, mulai dari pengibaran Bendera Merah Putih hingga pembacaan UUD 1945.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Siti Aminah Nasution perwakilan guru senior, menyampaikan amanat yang cukup menyentuh hati para peserta upacara. Mengambil tema sentral Niat dalam Menuntut Ilmu, beliau menekankan bahwa segala sesuatu yang dikerjakan tanpa dasar niat yang benar hanya akan menjadi lelah yang sia-sia.
“Anak-anakku sekalian, kaki kalian melangkah dari rumah menuju madrasah ini jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban atau sekadar takut dimarahi orang tua. Niatkanlah setiap langkah itu untuk ibadah dan mencari rida Allah SWT,” ujar beliau di hadapan barisan siswa.
Dalam pidatonya, pembina upacara menjelaskan tiga poin utama mengapa niat sangat krusial bagi seorang siswa yaitu,Niat sebagai pembeda,beliau menjelaskan bahwa dua orang bisa melakukan hal yang samamisalnya membaca bukunamun pahala dan ilmu yang didapat bisa berbeda jauh tergantung apa yang ada di dalam hatinya.
Niat sebagai penggerak (motivasi),Ketika seorang siswa memiliki niat yang kuat untuk membahagiakan orang tua dan memajukan bangsa, rasa kantuk dan malas saat belajar akan lebih mudah diatasi, dan Niat sebagai penentu hasil,Mengutip kaidah agama, ditegaskan bahwa hasil dari sebuah perbuatan sangat bergantung pada apa yang diniatkan sejak awal.
Kepala MIN 5 Asahan,Tohiruddin Hasibuan,S.Pd.,M.M., saat ditemui usai upacara, memberikan apresiasi atas tema yang diangkat. Menurut beliau, penanaman karakter berbasis spiritualitas seperti ini sangat relevan dengan visi madrasah untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual.
“Kami ingin siswa MIN 5 Asahan paham bahwa belajar bukan soal nilai di atas kertas saja. Jika niatnya benar karena Allah dan ingin bermanfaat bagi sesama, maka nilai bagus itu akan mengikuti sebagai bonus,” ungkapnya.
Para siswa pun tampak antusias. Beberapa siswa mengakui bahwa amanat tersebut menjadi pengingat bagi mereka yang terkadang merasa jenuh dengan rutinitas sekolah. Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh keluarga besar MIN 5 Asahan senantiasa diberikan keikhlasan dalam menjalankan tugas dan kewajiban masing-masing.(nm)





