Syi’ar Ramadan di Madrasah: Dua Siswa MIN 5 Asahan Pukau Pendengar dengan Pidato Inspiratif

0
88

Hessa Perlompongan (Humas). Suasana khidmat menyelimuti halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Selasa (24/02/2026) pagi. Di tengah teriknya matahari yang mulai meninggi, ratusan pasang mata tertuju pada panggung utama saat dua siswa berprestasi tampil membawakan pidato bertema spiritualitas Ramadan.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pidato  Ramadan 1447 H ini bertujuan untuk melatih mentalitas siswa sekaligus memperdalam pemahaman mereka mengenai esensi ibadah puasa di bulan suci.

Tampil sebagai pembicara pertama,Ismail Nur Iman, siswa kelas VI-b, membawakan pidato berjudul Puasa sebagai Sarana Membersihkan Jiwa. Dengan intonasi yang tegas namun menyejukkan, mail memaparkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan menjadi sebuah proses membersihkan jiwa.

” Puasa adalah sarana untuk membersihkan jiwa,melatih kesabaran dan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.” ujar Mail di hadapan para guru dan rekan-rekannya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang mukmin dalam berpuasa diukur dari sejauh mana ia mampu mengendalikan hawa nafsunya setelah Ramadan berlalu. Pidatonya ditutup dengan kutipan menyentuh tentang bagaimana kejujuran saat berpuasadi mana hanya Allah Swt  dan si hamba yang tahumerupakan puncak dari integritas seorang muslim.

Selanjutnya , Anggi Romaito Harahab  siswi kelas VI-b, naik ke podium dengan tema Indahnya Bulan Ramadan. Anggi berhasil menghidupkan suasana dengan menggambarkan Ramadan sebagai tamu agung yang membawa segudang hadiah dari langit.

Dalam pidatonya, Anggi  menyoroti bebrapa aspek  keindahan Ramadan yaitu Meningkatnya kedermawanan melalui zakat dan sedekah,tradisi buka puasa bersama dan salat tarawih yang mempererat silaturahmi, kesempatan emas bagi setiap hamba untuk bersujud dan memohon maaf atas segala khilaf.

“Ramadan adalah waktu di mana pintu langit terbuka lebar dan setiap detik nafas kita mengandung keberkahan. Alangkah ruginya jika keindahan ini kita lewatkan tanpa karya dan ibadah,” tutur Anggi dengan penuh semangat.

Saat di konfirmasi secara terpisah Kepala MIN 5 Asahan Tohirduddin Hasibuan, S,Pd.,M.M.,menyatakan rasa bangganya atas keberanian dan kedalaman materi yang disampaikan oleh kedua siswa tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bukti bahwa pendidikan di madrasah berhasil menyeimbangkan antara aspek kognitif dan pembentukan karakter religius.

“Melihat anak-anak kita mampu mengartikulasikan makna puasa dengan begitu baik adalah sebuah kebahagiaan. Ini bukan sekadar lomba atau penampilan, tapi ini adalah dakwah kecil dari hati mereka untuk kita semua,” ungkap beliau.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, menandai komitmen seluruh keluarga besar MIN 5 Asahan untuk menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum transformasi diri menuju pribadi yang lebih bertakwa.(nm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here