Asahan (Humas) — MIN 1 Asahan melaksanakan simulasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 pada Minggu (06/09/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan madrasah dalam menghadapi pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Asahan. Sebanyak enam siswa dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi yang terdiri atas dua bidang mata pelajaran, yaitu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Simulasi dilaksanakan untuk mengukur kesiapan siswa sekaligus memberikan gambaran mengenai suasana kompetisi yang akan mereka hadapi. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan dan antusias.
Enam siswa yang dipersiapkan MIN 1 Asahan terdiri atas tiga peserta untuk bidang Matematika dan tiga peserta untuk bidang IPAS. Untuk bidang Matematika, siswa yang dipercaya mewakili madrasah adalah Ahmad Nur Muslim, Akmal Kurniawan, dan Awfiyah Adha. Ketiganya merupakan siswa kelas 6A MIN 1 Asahan. Mereka mendapatkan pembinaan secara intensif sebagai persiapan menghadapi berbagai tipe soal yang kemungkinan diujikan dalam kompetisi. Ketiganya juga mengikuti simulasi dengan berupaya menunjukkan kemampuan terbaik masing-masing.
Sementara itu, bidang IPAS diikuti oleh Muhammad Naufal Arrasyid, Vania Syahputri, dan Ahmad Nur Mu’min. Muhammad Naufal Arrasyid dan Vania Syahputri merupakan siswa kelas 6B, sedangkan Ahmad Nur Mu’min berasal dari kelas 6A. Ketiga siswa tersebut dipersiapkan untuk menghadapi materi IPAS yang membutuhkan pemahaman konsep, ketelitian, serta kemampuan berpikir dan menganalisis. Simulasi menjadi kesempatan bagi mereka untuk menguji kemampuan yang telah diperoleh selama mengikuti pembinaan. Para peserta juga diarahkan agar mampu mengatur waktu dengan baik ketika mengerjakan soal.
Simulasi OMI yang dilaksanakan pada Minggu tersebut secara khusus dipersiapkan sebagai pemantapan sebelum mengikuti OMI tingkat Kabupaten Asahan. Pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten direncanakan berlangsung di MTsN 2 Asahan pada Rabu (09/09/2026). Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, simulasi menjadi momentum bagi peserta untuk mengevaluasi kesiapan mereka. Guru pembimbing dapat melihat kemampuan siswa sekaligus mengetahui materi yang masih perlu diperkuat. Hasil simulasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi terakhir sebelum para siswa bertanding di tingkat kabupaten.
Dalam pelaksanaannya, para siswa mengerjakan soal-soal simulasi dengan serius dan berusaha menyelesaikannya sesuai waktu yang tersedia. Selain menguji penguasaan materi, kegiatan tersebut juga melatih konsentrasi, ketelitian, kecepatan berpikir, serta kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan. Para peserta diharapkan tidak hanya mampu menjawab soal dengan benar, tetapi juga memiliki kesiapan mental ketika menghadapi kompetisi. Suasana simulasi dibuat sedemikian rupa agar siswa terbiasa menghadapi tantangan seperti dalam pelaksanaan lomba sesungguhnya. Dengan demikian, mereka dapat tampil lebih tenang dan percaya diri saat mengikuti OMI tingkat Kabupaten.
Keenam peserta OMI mendapatkan bimbingan dari guru MIN 1 Asahan, yakni Sindy Puspita, S.Pd dan Desi Anggriani Putri, S.Pd. Kedua guru tersebut memberikan pendampingan sesuai dengan bidang yang diikuti oleh masing-masing siswa. Pembinaan dilakukan melalui pemberian materi, latihan soal, pembahasan soal, serta evaluasi terhadap hasil latihan siswa. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami materi secara lebih mendalam sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi kompetisi. Dukungan guru juga menjadi motivasi bagi siswa untuk terus belajar dan memberikan kemampuan terbaik.
Kepala MIN 1 Asahan, Erma Suryana, S.Pd, mengapresiasi semangat dan kesungguhan keenam siswa yang telah dipercaya menjadi perwakilan madrasah. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan dan menambah pengalaman dalam mengikuti kompetisi akademik. “Kami berharap anak-anak dapat mengikuti OMI dengan sungguh-sungguh, percaya diri, dan tidak takut menghadapi soal-soal yang diberikan,” ujar Erma. Menurutnya, hasil kompetisi memang penting, tetapi pengalaman dan proses belajar yang diperoleh siswa juga merupakan bagian yang sangat berharga. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada guru pembimbing yang telah meluangkan waktu dan memberikan pendampingan kepada para peserta.
Sindy Puspita, S.Pd, selaku salah satu guru pembimbing, menyampaikan bahwa simulasi menjadi bagian penting untuk mengetahui kesiapan siswa sebelum menghadapi kompetisi tingkat Kabupaten. Menurutnya, latihan secara rutin diperlukan agar siswa terbiasa menghadapi soal dengan tingkat kesulitan dan karakter yang beragam. “Kami berusaha memaksimalkan pembinaan dengan memberikan latihan dan evaluasi agar anak-anak lebih siap menghadapi OMI tingkat Kabupaten,” kata Sindy. Ia juga mengingatkan para peserta agar tetap menjaga semangat belajar dan tidak mudah menyerah ketika menemukan soal yang dianggap sulit. Sindy berharap keenam siswa dapat tampil optimal serta membawa nama baik MIN 1 Asahan.
Salah seorang peserta OMI bidang Matematika, Akmal Kurniawan dari kelas 6A, mengaku senang sekaligus bangga mendapat kepercayaan untuk mewakili madrasah. Menurut Akmal, simulasi yang dilaksanakan membuat dirinya lebih memahami suasana yang akan dihadapi ketika mengikuti OMI tingkat Kabupaten. “Saya merasa simulasi ini sangat membantu karena saya bisa mengetahui kemampuan saya dan bagian materi yang masih harus saya pelajari,” ujar Akmal. Ia berkomitmen untuk terus berlatih dan mengikuti arahan guru pembimbing menjelang pelaksanaan OMI di MTsN 2 Asahan. Akmal berharap dirinya bersama teman-teman dapat memberikan hasil terbaik dan membawa kebanggaan bagi MIN 1 Asahan.
Dengan dilaksanakannya simulasi tersebut, MIN 1 Asahan terus mematangkan persiapan enam siswa sebelum mengikuti OMI tingkat Kabupaten Asahan. Dukungan kepala madrasah, guru pembimbing, dan seluruh warga madrasah diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para peserta. Keenam siswa juga diharapkan tetap menjaga semangat, belajar dengan tekun, serta mempersiapkan diri sebaik mungkin hingga hari pelaksanaan kompetisi. OMI 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengasah kemampuan, keberanian, dan pengalaman akademik. MIN 1 Asahan berharap seluruh peserta dapat tampil percaya diri dan memberikan yang terbaik pada OMI tingkat Kabupaten yang akan berlangsung di MTsN 2 Asahan pada Rabu nanti.






