Kisaran (Humas). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, MA, bersama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Dr. Hj. Sri Muchlis, M.I.Kom., melakukan kegiatan monitoring pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tahun 2026. Monitoring tersebut dilaksanakan di titik lokasi (Tilok) MTsS Ismailiyah Aek Loba pada hari ketiga penyelenggaraan kompetisi nasional ini. Kehadiran jajaran pimpinan Kemenag Asahan bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan dengan lancar dan kondusif. Sebanyak 40 orang peserta dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah tampak antusias mengikuti jalannya kompetisi di lokasi ujian. Seluruh peserta terbagi ke dalam dua bidang keilmuan yang dilombakan, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Terintegrasi serta Matematika Terintegrasi.
Setelah memantau jalannya pelaksanaan ujian, Kakankemenag beserta Kasi Penmad menggelar pertemuan singkat di area madrasah. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala MTsS Ismailiyah Aek Loba serta seluruh guru pendamping peserta OMI dari berbagai madrasah. Diskusi berlangsung secara hangat dan penuh keakraban untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah berlangsung selama tiga hari. Kakankemenag memanfaatkan momen ini untuk berinteraksi langsung dengan para pendamping serta mendengarkan aspirasi dari lapangan. Rangkaian peninjauan ini menegaskan komitmen Kemenag Asahan dalam mengawal mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Kakankemenag menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kepala MTsS Ismailiyah Aek Loba. Pihak madrasah dinilai telah bekerja keras dalam menyediakan fasilitas dan sarana pendukung hingga acara berjalan sukses. Kesiapan sarana prasarana di titik lokasi ini terbukti mendukung kelancaran proses ujian bagi para peserta. Kakankemenag mengungkapkan kepuasannya karena hingga hari terakhir, seluruh agenda OMI 2026 tingkat kabupaten dapat terlaksana dengan sangat baik. Sinergi yang kuat antara panitia dan pihak tuan rumah menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan ajang ini.
Selain itu, ucapan terima kasih yang mendalam juga ditujukan kepada seluruh kepala madrasah yang telah berpartisipasi aktif. Kakankemenag memuji semangat para kepala sekolah dalam mempersiapkan dan mendaftarkan murid-murid terbaiknya untuk berlaga di OMI. Kerja keras para pendidik dalam membimbing siswa-siswi menjadi modal penting bagi capaian prestasi madrasah. Dukungan penuh dari pihak sekolah memberikan kesempatan emas bagi peserta didik untuk mengasah potensi akademiknya. Partisipasi aktif ini menunjukkan tingginya kepedulian para pengelola madrasah terhadap pengembangan bakat para siswa.
Namun demikian, Kakankemenag juga menyampaikan rasa penyesalannya terhadap beberapa kepala madrasah yang belum mendaftarkan siswanya. Beliau menyayangkan masih adanya sekolah yang melewatkan ajang bergengsi ini untuk mengukur kemampuan para peserta didik. Kakankemenag berharap madrasah yang belum berpartisipasi dapat mempersiapkan diri dan memprioritaskan ajang ini pada tahun depan. Beliau menekankan pentingnya memberikan wadah kompetisi bagi seluruh siswa tanpa ada yang terlewatkan. Harapannya, pelaksanaan OMI di masa mendatang dapat diikuti oleh seluruh madrasah secara 100 persen di wilayah Kabupaten Asahan.
Senada dengan Kakankemenag, Kasi Pendidikan Madrasah, turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Beliau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru pendamping yang hadir mendampingi para siswa. Dedikasi dan rasa setia para pendamping dinilai sangat luar biasa dalam menjaga semangat para peserta dari awal hingga selesai. Kehadiran para pendamping terbukti memberikan rasa aman dan dorongan mental yang positif bagi anak-anak di ruang ujian. Kasi Penmad sangat mengapresiasi loyalitas para pendidik yang tanpa lelah mengawal proses perjuangan para muridnya.
Di samping memberikan apresiasi, Sri juga menyampaikan imbauan penting terkait program pemetaan akademik mendatang. Beliau mengingatkan seluruh pendamping dan kepala madrasah untuk segera mendaftarkan murid-muridnya pada Tes Kemampuan Akademik (TKA). Penyelenggaraan TKA ini dianggap sebagai langkah strategis berikutnya untuk mengukur capaian standar pendidikan di tingkat madrasah. Kasi Penmad menegaskan agar seluruh pihak memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya demi kemajuan siswa. Pendaftaran TKA ini diharapkan dapat diikuti oleh seluruh madrasah tanpa ada keterlambatan proses administrasi.
Mengakhiri penyampaiannya, Kasi Penmad menegaskan bahwa batas akhir pendaftaran TKA akan ditutup pada tanggal 27 September 2026. Beliau meminta para pendamping segera berkoordinasi dengan pihak sekolah agar proses pendaftaran berjalan lancar sebelum batas waktu berakhir. Jangan sampai ada peserta didik yang kehilangan kesempatan berharga ini hanya karena masalah kelalaian waktu pendaftaran. Kegiatan monitoring OMI 2026 ini pun diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah antar sesama insan pendidikan madrasah. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan rasa optimisme yang tinggi terhadap masa depan pendidikan madrasah di Kabupaten Asahan. (mhf)





