Khidmat dan Penuh Doa, MIN 1 Asahan Laksanakan Yasin 41

0
16

Asahan (Humas) — MIN 1 Asahan melaksanakan kegiatan yasinan pada Jumat (25/09/2026) sebagai bagian dari pembiasaan kegiatan keagamaan di lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Alhadi Putra, S.Pd.I dan diikuti oleh warga madrasah dalam suasana yang khidmat. Pada pelaksanaan kali ini, pembacaan Surah Yasin dilakukan dengan menggunakan sistem Yasin 41. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual sekaligus sarana untuk mempererat kebersamaan seluruh warga MIN 1 Asahan. Melalui kegiatan ini, warga madrasah bersama-sama membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan memanjatkan doa untuk kebaikan serta keberkahan madrasah.

Yasin 41 merupakan tata cara pembacaan Surah Yasin dengan memberikan pengulangan pada beberapa ayat tertentu, sementara ayat lainnya dibaca satu kali. Dalam sistem yang dilaksanakan di MIN 1 Asahan, ayat pertama Surah Yasin dibaca sebanyak tujuh kali. Kemudian ayat ke-38 dibaca sebanyak 14 kali, ayat ke-58 dibaca sebanyak 16 kali, dan ayat ke-81 dibaca sebanyak empat kali. Sementara itu, ayat-ayat lainnya dalam Surah Yasin dibaca satu kali sebagaimana urutan bacaan. Dengan demikian, jumlah pengulangan khusus pada ayat-ayat tersebut adalah 41 kali, yang menjadi dasar penyebutan sistem Yasin 41.

Alhadi Putra, S.Pd.I, selaku pemimpin kegiatan, menjelaskan bahwa pelaksanaan Yasin 41 merupakan salah satu bentuk ikhtiar warga madrasah dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, pengulangan pada ayat-ayat tertentu menjadi ciri khusus dari tata cara Yasin 41 yang dilaksanakan dalam kegiatan tersebut. “Yasin 41 ini bukan berarti seluruh Surah Yasin dibaca sebanyak 41 kali, tetapi ada ayat-ayat tertentu yang diulang sesuai dengan tata cara Yasin 41, sedangkan ayat lainnya dibaca satu kali,” jelas Alhadi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut hendaknya dilakukan dengan niat yang baik, penuh kekhusyukan, dan tidak hanya berorientasi pada banyaknya bacaan. Menurutnya, yang terpenting adalah menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana berdoa, mengingat Allah SWT, dan memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Lebih lanjut, Alhadi menjelaskan bahwa Yasin 41 dapat memberikan manfaat bagi kehidupan spiritual warga madrasah apabila dilaksanakan dengan penuh penghayatan. Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk membiasakan warga madrasah meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an dan berdoa secara bersama-sama. Selain itu, pelaksanaan secara bersama-sama dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. “Kita berharap melalui Yasin 41 ini kita bersama-sama memohon keberkahan untuk madrasah, kesehatan bagi seluruh warga madrasah, serta kemudahan dan keberhasilan bagi peserta didik dalam menuntut ilmu,” ujar Alhadi. Ia juga berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus menumbuhkan suasana religius di lingkungan MIN 1 Asahan.

Kepala MIN 1 Asahan, Erma Suryana, S.Pd, menyambut baik pelaksanaan Yasin 41 yang dilaksanakan pada Jumat tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan madrasah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak. “Kegiatan seperti Yasin 41 ini sangat baik untuk terus kita laksanakan sebagai bagian dari pembiasaan nilai-nilai keagamaan di madrasah,” ungkap Erma Suryana. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan ketenangan sekaligus membangun kesadaran warga madrasah untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga mengapresiasi Alhadi Putra yang telah memimpin dan membimbing pelaksanaan yasinan sehingga kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat.

Erma Suryana menambahkan bahwa manfaat kegiatan keagamaan akan semakin terasa apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, membaca Al-Qur’an dan berdoa bersama bukan hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga diharapkan mampu mendorong warga madrasah untuk memiliki sikap yang lebih baik. Bagi peserta didik, kegiatan seperti ini dapat menjadi pengalaman dalam membangun kebiasaan religius sejak dini. Bagi guru dan tenaga kependidikan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memohon kelancaran dalam menjalankan amanah pendidikan. “Kami berharap kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjadikan MIN 1 Asahan sebagai madrasah yang religius, berkarakter, dan penuh kebersamaan,” tambahnya.

Pelaksanaan Yasin 41 juga menjadi momentum bagi warga MIN 1 Asahan untuk bersama-sama mendoakan kemajuan dan kebaikan madrasah. Doa bersama diharapkan dapat menjadi ikhtiar agar seluruh proses pembelajaran, program madrasah, serta tugas dan tanggung jawab para pendidik dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mendoakan agar seluruh peserta didik diberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak. Kebersamaan dalam membaca Al-Qur’an juga diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan madrasah. Dengan demikian, Yasin 41 tidak hanya menjadi kegiatan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan budaya religius di MIN 1 Asahan.

Kegiatan yasinan dengan sistem Yasin 41 berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Melalui kegiatan tersebut, warga MIN 1 Asahan bersama-sama melakukan ikhtiar spiritual dengan membaca Surah Yasin sesuai tata cara yang telah digunakan serta memanjatkan doa untuk kebaikan bersama. Alhadi Putra berharap kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat dan semakin menumbuhkan kecintaan warga madrasah terhadap Al-Qur’an. Sementara itu, Erma Suryana berharap pembiasaan kegiatan keagamaan dapat terus memperkuat karakter, akhlak, dan kebersamaan seluruh warga MIN 1 Asahan. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman, kegiatan Yasin 41 diharapkan menjadi salah satu bagian dari upaya madrasah dalam membangun lingkungan pendidikan yang religius dan berkarakter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here