Kisaran (Humas). Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kabupaten Asahan. Tim tari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Asahan berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara II tingkat Provinsi Sumatera Utara dalam ajang bergengsi Jong Batak Festival 2025, yang digelar di Kota Medan pada tanggal 24–28 Oktober 2025. Jumat (30/10/2025).
Ajang tahunan yang diikuti oleh puluhan sekolah dasar dan madrasah dari berbagai kabupaten/kota se-Sumatera Utara ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk melestarikan seni dan budaya daerah, khususnya kebudayaan Batak yang kaya nilai dan makna.
Tim tari MIN 10 Asahan tampil memukau dengan membawakan tari kreasi berjudul “Kreasi Karo”, sebuah tarian yang menggambarkan semangat kebersamaan, kerja keras, dan kekompakan masyarakat Batak dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Madrasah, Sartiji, S.Pd.I., M.M., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang diraih siswanya.
“Alhamdulillah, prestasi ini merupakan hasil kerja keras, latihan yang disiplin, dan semangat luar biasa dari anak-anak kita. Kami sangat bangga karena mereka tidak hanya menampilkan tarian, tetapi juga membawa nilai-nilai budaya dan karakter bangsa,” ujarnya dengan penuh haru.
Beliau juga menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah bukan hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi dalam bidang seni dan budaya.
Pelatih tari MIN 10 Asahan, Nina Adelya, S.Pd., mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan selama kurang lebih satu bulan penuh dengan latihan intensif setiap sore.
“Anak-anak sangat bersemangat. Mereka belajar bukan hanya gerakan, tetapi juga makna di balik tarian. Kami ingin menanamkan bahwa seni adalah bagian dari pendidikan karakter,” tutur Nina.
Sementara itu, salah satu penari, Alya siswi kelas V, mengaku senang dan tidak menyangka bisa meraih juara.
“Kami awalnya gugup karena peserta lain bagus-bagus, tapi begitu tampil, kami berusaha menari sepenuh hati. Saat diumumkan juara dua, kami semua langsung menangis bahagia,” katanya dengan senyum bangga.
Pihak panitia Jong Batak Festival 2025 memberikan apresiasi khusus kepada MIN 10 Asahan atas penampilan yang dinilai kreatif dan penuh semangat budaya. Juri menilai tim ini berhasil memadukan unsur tradisional dengan koreografi modern tanpa menghilangkan nilai luhur budaya Batak.
Dengan raihan prestasi ini, MIN 10 Asahan semakin menunjukkan eksistensinya sebagai madrasah yang aktif dan berprestasi di berbagai bidang. Sartiji berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berkarya, berani berkompetisi, dan menjaga kelestarian budaya bangsa.
“Kemenangan ini bukan akhir, melainkan awal dari semangat baru untuk terus berprestasi. Kami ingin MIN 10 Asahan menjadi madrasah yang unggul dalam iman, ilmu, dan budaya,” tutup Sartiji.(na)





