Danau Sijabut – MTsS Bary Tarbiyah terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang aktif, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik. Salah satu kegiatan tersebut terlihat pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas IX dengan materi tumbuhan monokotil dan dikotil.
Dalam kegiatan pembelajaran ini, siswa diajak mengamati secara langsung berbagai jenis biji untuk membedakan tumbuhan yang memiliki satu keping biji (monokotil) dan dua keping biji (dikotil). Melalui pengamatan tersebut, siswa dapat memahami konsep klasifikasi tumbuhan dengan lebih mudah karena menggunakan contoh-contoh yang ada di sekitar mereka.
Beberapa contoh bahan yang digunakan dalam pembelajaran antara lain biji salak sebagai contoh tumbuhan monokotil (berkeping satu), biji rambutan sebagai contoh tumbuhan dikotil (berkeping dua), serta beberapa jenis biji lainnya seperti jagung, padi, kacang tanah, kacang hijau, dan mangga. Selanjutnya, siswa melakukan pengamatan, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas.
Metode pembelajaran ini memberikan pengalaman belajar secara langsung sehingga peserta didik tidak hanya memahami materi melalui teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi ciri-ciri monokotil dan dikotil berdasarkan bentuk biji, akar, batang, serta tulang daun. Suasana belajar berlangsung interaktif dengan penuh antusias, di mana siswa aktif bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan hasil pengamatannya.
Kepala MTsS Bary Tarbiyah, Sukidi, S.Pd, menyampaikan bahwa pembelajaran yang melibatkan praktik langsung sangat penting untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran.
“Kami terus mendorong para guru untuk menerapkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih menarik, bermakna, dan mudah dipahami,” ujar Sukidi.
Melalui kegiatan ini, MTsS Bary Tarbiyah berharap peserta didik semakin termotivasi untuk belajar, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta mampu menerapkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran berbasis praktik seperti ini menjadi salah satu bentuk komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi seluruh siswa. (Tim Jurnalistik MTsS Bary Tarbiyah)





