Aek Kuasan, (Humas) – MIN 4 Asahan mengadakan kegiatan doa bersama untuk para korban bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Tapanuli Tengah serta Kota Sibolga dan sekitarnya. Acara ini berlangsung pada Rabu pagi di area depan Pendopo MIN 4 Asahan dan diikuti oleh seluruh siswa dan guru. Atmosfer penuh khidmat menyelimuti kegiatan doa yang mencerminkan kepedulian dan empati di lingkungan MIN 4 Asahan kepada mereka yang mengalami bencana. (26/11/2025)
Doa dipimpin oleh Bapak Taufik Ardian Munthe, S. Pd., yang mengajak semua siswa untuk mengangkat tangan berdoa tulus supaya bencana tersebut segera berakhir. Dalam doa tersebut, beliau memohon keselamatan bagi para korban, ketabahan bagi keluarga yang terdampak, serta perlindungan dari Allah SWT bagi seluruh masyarakat di wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga. Selain itu, doa juga dipanjatkan agar para relawan, staf medis, dan semua pihak yang berkontribusi dalam penanganan bencana diberikan kekuatan dan kemudahan.
Kegiatan doa ini dilaksanakan sebelum dimulainya aktivitas belajar mengajar (KBM) di MIN 4 Asahan. Hal ini menjadi sebuah pelajaran moral bagi siswa untuk menumbuhkan rasa peduli, empati, dan solidaritas sosial kepada sesama. Para guru juga terlihat menemani dan membimbing siswa agar ikut serta dalam kegiatan ini dengan sepenuh hati sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian kepada para korban bencana.
Kepala MIN 4 Asahan, Fitri Yati Nainggolan, dalam ungkapan doa dan harapannya, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa masyarakat di Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga. Beliau berharap semoga Allah SWT melindungi semua korban dan memberikan kesabaran serta ketahanan bagi keluarga yang mengalami kehilangan.
“Semoga masyarakat di daerah tersebut diberikan kekuatan untuk menghadapi ujian ini, dan semoga pemerintah serta semua pihak yang terlibat diberikan kemudahan dalam menangani bencana. Kami dari MIN 4 Asahan menyatakan belasungkawa dan memberikan
dukungan melalui doa terbaik,” ujarnya.
Dengan diadakannya kegiatan ini, MIN 4 Asahan berharap dapat menanamkan rasa peduli dan kemanusiaan yang besar di antara seluruh siswa. Doa bersama ini merupakan salah satu bentuk nyata solidaritas madrasah dalam merespons musibah yang terjadi di negara kita, sekaligus memperkuat fungsi pendidikan sebagai alat untuk membangun karakter dan akhlak yang baik. Semoga doa dan kepedulian ini membawa berkah serta memberikan semangat kepada saudara-saudara yang tengah menghadapi ujian.(tam)





