Sambutan Hangat Tari Melayu Warnai Monev BOS Zona 6 di MTsS Al-Washliyah BP Mandoge

0
168

Kisaran (Humas). Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti gelaran Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOS) Zona 6 yang dipusatkan di MTsS Al-Washliyah Bandar Pasir (BP) Mandoge. Kehadiran rombongan Tim Monev dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan disambut meriah dengan penampilan Tari Melayu yang dibawakan dengan anggun oleh para siswi madrasah tuan rumah, Kamis (22/01/2026).

Kepala MTsS Al Washliyah BP Mandoge dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh madrasah peserta monev Zona 6 serta Tim Monev BOS dari Kemenag Kabupaten Asahan. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa madrasah sangat membutuhkan dukungan sarana dan prasarana (sarpras) yang memadai agar seluruh kegiatan pembelajaran dan administrasi madrasah dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan.

Selanjutnya, arahan disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Dr. Hj. Sri Muchlis, S. Sos., M. I. Kom. Dalam arahannya Kasi Penmad menjelaskan bahwa sistem monev yang berpindah-pindah lokasi bertujuan agar pihak Kemenag dapat mengenal lebih dekat kondisi setiap madrasah di Kabupaten Asahan. Menanggapi penyambutan siswi tadi, Kasi Penmad memberikan pujian khusus.

“Tarian tadi bukan sekadar penghormatan kepada tamu, tetapi menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ekstrakurikuler di MTsS Al Washliyah BP Mandoge ini berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Kasi Penmad menambahkan bahwa penyambutan dengan tarian Melayu tidak hanya mencerminkan sikap madrasah tuan rumah dalam menghargai tamu yang hadir, tetapi juga menjadi bukti bahwa kegiatan ekstrakurikuler di madrasah tersebut berjalan dengan baik dan aktif.

Menjawab harapan kepala madrasah terkait bantuan sarpras, serta sebagaimana yang telah disampaikan pada lima zona sebelumnya, di Zona 6 ini Kasi Penmad kembali mengingatkan seluruh madrasah agar mengisi setiap tautan (link) bantuan yang dibagikan melalui grup kepala madrasah. Hal ini penting agar madrasah dapat terdata dan berkesempatan memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.

Terkait laporan BOS, Kasi Penmad meminta kepada seluruh tim pengelola BOS madrasah untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban dana BOS sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dan regulasi yang berlaku. Untuk periode Juli–Desember terdapat beberapa perubahan juknis BOS, di antaranya ketentuan yang sebelumnya tidak memperbolehkan rehabilitasi WC, kini sudah diperbolehkan dengan catatan hanya untuk rehabilitasi ringan. Oleh karena itu, seluruh pengelola BOS diharapkan dapat membaca, memahami, dan menyesuaikan laporan dengan perubahan juknis tersebut.

Di sela-sela kegiatan monev BOS Zona 6 ini, Kementerian Agama Kabupaten Asahan melalui Seksi Pendidikan Madrasah juga menyerahkan sertifikat madrasah tervalidasi EMIS dan Verval PD. Sebanyak 4 madrasah dari total 19 madrasah peserta monev Zona 6 menerima penghargaan tersebut. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja madrasah yang telah berupaya maksimal dalam pengelolaan dan validasi data, serta sebagai motivasi bagi madrasah lainnya untuk terus meningkatkan kualitas administrasi dan pengelolaan madrasah. (mhf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here