Keutamaan Shalawat Jadi Materi Tausiyah Pembinaan Karakter di MIN 1 Asahan

0
8

Asahan (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Asahan menggelar kegiatan tausiyah keagamaan pada Jumat (24/07/2026) sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan karakter religius peserta didik. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa ini mengangkat tema “Keutamaan Shalawat” dengan pemateri Alhadi Putra, S.Pd.I. Tema tersebut dipilih karena dinilai penting untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik kepada Rasulullah saw. di tengah perkembangan zaman yang penuh dengan berbagai tantangan.

Dalam tausiyahnya, Alhadi Putra menyampaikan bahwa shalawat merupakan amalan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Selain menjadi bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw., membaca shalawat juga mendatangkan rahmat Allah Swt., menghapus dosa, mengangkat derajat, serta menjadi salah satu jalan untuk memperoleh syafaat Rasulullah saw. pada hari kiamat.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan bershalawat perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, peserta didik yang terbiasa mengingat Rasulullah saw. melalui shalawat akan lebih mudah meneladani akhlak beliau, seperti jujur, disiplin, santun, dan peduli terhadap sesama. Oleh karena itu, shalawat bukan sekadar bacaan, tetapi juga sarana membentuk kepribadian yang mulia.

Penyampaian materi berlangsung dengan suasana yang komunikatif dan interaktif. Pemateri mengajak siswa untuk memahami makna shalawat melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka. Antusiasme peserta terlihat dari kesungguhan mereka menyimak materi serta semangat menjawab pertanyaan yang diberikan selama tausiyah berlangsung.

Kepala MIN 1 Asahan, Erma Suryana, S.Pd, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tausiyah ini merupakan salah satu langkah nyata madrasah dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman. Menurutnya, di era yang semakin berkembang, peserta didik membutuhkan penguatan spiritual agar memiliki akhlak yang baik serta menjadikan Rasulullah saw. sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau berharap materi tentang keutamaan shalawat tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diamalkan secara konsisten oleh seluruh peserta didik. “Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki hati yang dekat dengan Allah Swt. dan Rasulullah saw. melalui kebiasaan memperbanyak shalawat,” ungkap Erma Suryana.

Salah seorang siswa kelas VI A, Nur’ainun, mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari tausiyah tersebut. Ia mengatakan bahwa sebelumnya ia belum mengetahui begitu banyak keutamaan membaca shalawat. Setelah mengikuti tausiyah, ia termotivasi untuk lebih sering bershalawat setiap hari dan mengajak teman-temannya agar semakin mencintai Rasulullah saw.

Melalui kegiatan ini, MIN 1 Asahan berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam tausiyah dapat menjadi bekal bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menanamkan kecintaan kepada Rasulullah saw. melalui amalan shalawat, madrasah optimis dapat membentuk generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berakhlakul karimah serta mampu mengamalkan ajaran Islam di mana pun mereka berada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here